Puisi: Hari Musik Nasional – Aris Setiyanto

Hari Musik Nasional

seorang adik dapat berkah
susu cokelat dari ibu
sebab ia berpuasa
di hari musik nasional

seorang berkemeja merah muda
jadi mu’adzin yang adzan
seorang berkemeja cokelat pandangi
langit surau gema selawat sama

kami, di antara jejar komputer yang sama
saling menunggu, saling voment
hingga nama-nama hujan kulupa sudah
usai tempelkan makian ibu

berapa hari tersisa aku
bakal ke taman hala
sepanjang rel rindu gilasan besi
laskar-laskar terbang dasar kali
(sungai merah, sungai darah)

Temanggung, 09-03-2020

Kutunggu Kabarmu

aku ingin terbang
menjadi kapas terseok
tak berdaya
diterbangkan awan
di siang yang rapat
seerat kata pisah
dalam hangat
lekat kecup

kursi-kursi itu
yang biru maupun kehijauan
menghitung hujan
menggantung mendung
biar pada mendatang
orang-orang aku
tunggu kabar darimu

Bekasi, 16-01-2020

Di Kamar Ini

banyak sajak sejak
aku dilahirkan, ditelantarkan, sia
tinggalkam di tanah nan suah
memutar-mutar perut aku
yang keroncongan
kadang bolak-balik makan garam

lampu temaram
di ketika genangan berlarian
menjelangi aku, lantai ubin
tempatku kencan
cerita kesakitan
rindu makin gebu, ibu.

Temanggung, 01-01-2020

Awal Tahun di Tanah Rantau

di mana bunyi terompet serupa
indahnya cahaya berwarna
adakah kau berpijak di bumi
atau di pencakar langit, tatap nanar
dari kamar genangan-genangan di jalan

tepat hari itu aku tinggal pulang
disia seorang kawan, oh, betapa kejam
yang tinggal cuma kayuh pedal
yang tanggal sampah—yang bakal sampai
tapaki ubin fitrah
menyapulenyapkan semut kecil

Bekasi, 01-01-2020

Latest posts by Aris Setiyanto (see all)
Instagram Feed Instagram Feed Instagram Feed Instagram Feed Instagram Feed

Sapa Maya

More Stories
Pertemuan singkat dan keluh kesah