Betapa Tidak Mudah Untuk Memahami
Betapa Tidak Mudah Untuk Memahami

Betapa Tidak Mudah Untuk Memahami

Dalam banyak hal, aku tidak mampu memahami secara utuh, selalu ada pertanyaan yang kemudian tersisa, jika pun aku mengejar jawabannya, kembali akan mengulang bahwa lagi-lagi aku tidak mampu memahami jawaban secara utuh, dan mencipta pertanyaan lagi dan mencari jawaban lagi, terus berlanjut.

Tentang bagaimana kamu bersikap padaku, aku benar-benar seperti menebar mata pada jarak pandang berupa segara warna abu-abu, tidak aku temukan ketegasan warna mana yang benar-benar putih juga hitam. Sudahlah, jangan kamu mendebat perihal bahwa hitam bukan warna, putih juga bukan warna. Aku sedang tidak menyoal warna yang sering kali menjadikan kita sulit sepemahaman, aku sedang menjadikannya sebagai kiasan.

Misalnya saja, bagaimana aku bisa paham benar apa yang ingin kamu goreskan dalam kanvas kosongmu, wana apa yang akan menjadikan dominan di akhir lukisanmu, aku tidak bisa menerka, setiap goresan abstrak, setiap lekuk, titik, bulat, tumpuk, warna warni. Tapi katamu, goresan pertama adalah wujud goresan terakhir. Entah. Bagiku semua sama, garis, lengkung dan campuran berbagai warna.

Kamu, yang kini sedang membaca ini, apa kamu juga sulit memahami? Pada hal-hal sederhana saja, pada pasanganmu misalnya, pada sulitnya menebak tempat yang pas untuk berbicara, pada sulitnya memahami keinginan singgah di mana selepas keluar dari bioskop, atau pada betapa tidak mudahnya memahami jawaban ‘terserah’ ketika menanyakan mau makan malam apa?

Apa kamu juga begitu? Aku sedang mencari teman, agar tidak sendirian. Bukankah ketika aku tidak mudah memahami, dan kamu juga tidak mudah memahami, lantas kita akan saling memahami bahwa aku dan kamu tidak mudah memahami?  Emmm?? Bukankah begitu? Bisakah kamu memahaminya?

Yogyakarta, 22 Februari 2020
Ryan Ari Rap

Instagram Feed Instagram Feed Instagram Feed Instagram Feed Instagram Feed Instagram Feed

Sapa Maya

More Stories
Di kereta aku sampai Sisilia