membicarakan hal hal besar
membicarakan hal hal besar

Membicarakan Hal Hal Besar

Ada pertemuan yang cukup mahal, ketika kita kian menua, lingkaran pertemanan yang pernah kita cipta begitu erat, pada akhirnya mulai renggang, bukan pada nilai pertemanan tapi pada intensitas untuk bisa saling bersua, banyak hal yang pada akhirnya menjadikan kita sulit meluangkan waktu untuk saling membicarakan dunia seperti ketika ‘remaja’ dulu, oleh sebab urusan-urusan yang tidak kunjung usai dan tanggung jawab diri yang tak lagi bisa ‘dihindari’.

Hari ini aku bertemu teman-teman yang selama sepuluh tahun terakhir telah membersamai langkah hidupku, ini menjadi pertemuan rutin tahunan, mengingat tempat tinggal kami saat ini tidak lagi sama, tuntutan pekerjaan, tuntutan kembali ke kampung halaman, dan lain sebagainya. Aku bersyukur karena masih dapat tinggal di Jogja, walau harga tanah dan rumah kian hari kian menggila, dan sampai entah aku dapat bertahan.

Jogja menjadi istimewa bagi kami, bukan karena banyak waktu yang kami habiskan di kota ini, sejak kami dipertemukan semasa kuliah, dan merintis susah senang menjalani usaha dan pekerjaan dengan UMK yang ‘rendah’ dibanding kota tetangga. Jogja menjadi istimewa, karena di kota ini kami masih dapat mencipta janji untuk berkumpul setahun sekali.

Pertemuan singkat, pada libur yang hanya satu sampai tiga hari, tentu begitu berarti, hari ini aku selesaikan pekerjaanku sebelum jam makan siang tiba, kemudian meluncur dan memenuhi janji bersua, makan siang, dan obrolan-obrolan ringan mulai mengalir begitu derasnya.

Setiap dari kami bangga untuk menceritakan capaian masing-masing dalam hidup setahun terakhir di 2019, membicarakan ekonomi yang kian ‘susah’ ditebak arahnya, juga menertawakan politik yang dulu kami percaya bahwa ada jalan keluar kesejahteraan darinya.

Lantas kami berbicara hal-hal besar, membicarakan apa yang sejak lama telah menjadi cita-cita bersama, sebuah pemahaman yang sampai hari ini membentuk karakter kami masing-masing, barang kali pembicaraan hal besar ini juga menjadi wadah di mana kelak kami ketika bertemu kembali bukan menghabiskan segelas kopi atau mengulang cerita yang lalu, tapi membicarakan sebuah hal yang dapat hidup menghidupi.

Kami sedang merintis satu cita-cita, pada hal hal besar yang sejak lama telah ada di dalam dada, cita-cita itu sederhana sebenarnya tapi begitu besar harapan yang ada dan kami letakkan padanya, hal besar itu adalah inisiasi.id kami mencipta ruang untuk hidup menghidupi dari lembaga yang sedang kami coba rintis di awal tahun ini, dari pembicaraan yang tanpa perencanaan, sebab pada satu titik kita butuh alasan ketika kembali ke Jogja.

“Aku mau ke inisiasi” begitu alasan yang kelak bisa diucapkan ketika pamit pergi dari rumah dan menuju ke Jogja. Atau “aku ada kerjaan di inisiasi” atau “aku mau mampir ke inisiasi” kalimat itu yang menjadikan tekad dan harap besar, karenanya iniasiasi adalah hal besar yang di awal tahun ini kami bicarakan.

Apakah kamu juga telah mencipta sua dengan sahabatmu? Apa yang kemudian muncul menjadi kesepakatan mengeratkan pertemuanmu? Semoga saja selalu menjadi hal yang baik dan menebar biak kebaikan, salam dariku.

Yogyakarta, 02 Januari 2019

Instagram Feed Instagram Feed Instagram Feed Instagram Feed Instagram Feed Instagram Feed

Sapa Maya

More Stories
Hai Sobat, begini akhirnya