Gadis Kesepian yang Bahagia - Bercerita choimoza
Gadis Kesepian yang Bahagia - Bercerita choimoza

Gadis Kesepian yang Bahagia – Bercerita choimoza

Pernahkah kau bertanya pada Tuhan. Tentang mengapa seseorang selalu takut menghadapi sesuatu yang berdekatan tentang hati?

Misalnya dicampakkan. Dipatahkan. Bahkan ditinggalkan. Tak jarang hal tersebut memang terasa menakutkan. Bahkan mencekam perasaan. Dan aku terlalu takut untuk melukai diri tentang cinta-cinta yang tak serius. Tentang kisah cinta yang merepotkan. Bahkan terkadang yang serius pun punya dampak lebih besar menyakiti perasaan ketimbang yang tidak serius. Ah maaf ini bukan lelucon. Tapi fakta.

Kurasa setiap orang selalu punya hak untuk memilih jalannya sendiri. Begitu pun tentang memilih pasangan. Terlalu sering patah membuatku lebih nyaman menjalani hidup dengan mencintai diri sendiri. Meski hari-hariku terkadang terasa membosankan. Tapi lebih bosan melihat seseorang bertengkar hanya karena kisah cinta. Memuakkan sekali, sungguh itu adalah hal yang menyebalkan dalam cinta. Sedikit tak sepaham akan kacau jadinya. Sedikit selisih pertengkaran adanya. Apakah orang-orang tidak memiliki kebosanan akan rutinitas yang menyebabkan faktor jantung lemah tersebut. Rasa-rasanya manusia jaman sekarang lebih suka mati lebih cepat. Atau memang ini adalah bahan uji coba sebelum masuk ke jalan yang lebih terjal seperti pernikahan. Meski aku tahu tak semua pernikahan begitu, tapi tetap saja menakutkan. Bagiku pernikahan seperti kurungan penjara.

Aku gadis berumur 23 tahun. Terlalu sering dipatahkan oleh lelaki. Terlalu sering ditinggalkan ketimbang meninggalkan. Tapi itu asyik seperti uji nyali perasaan. Meski terkadang menyesakkan. Cita-citaku hidup dengan mencintai diri sendiri. Itu sangat nyaman. Lagi pula memilih sendiri dan tidak memiliki kekasih bukanlah hal yang rumit. Tak menyusahkan teman dengan curhatan tentang lelaki. Yang hasilnya akan tetap sama jika bertahan dan tetap bersama. Seperti mengeluarkan ludah lalu mencoba menelanya lagi. Karena besoknya akan kembali bercerita tentang hal yang sama dan pertengkaran yang itu-itu saja. Juga keluhan yang sama. Kecuali memutuskan rantainya.

Berhenti mencintai contohnya ah maksudku memutuskan hubungan itu. Yah itu alasan mengapa aku lebih suka sendiri. Karena aku mencintai diriku, aku menyelamatkan hatimu dari kejengkelan dalam hubungan yang melelahkan. Meski terkadang dipandang menyedihkan oleh sebagian temanku, karena ke mana-mana selalu sendirian. Jalan tidak ada gandengan. Malam minggu dihabiskan nonton film sampai pagi. Atau tidur lebih awal. Kurasa bukankan itu idaman semua orang ketika lelah mendera. Istirahat dalam satu minggu agar hari Senin mampu bekerja dengan semangat dan kekuatan yang maksimal. Tidak malas dan merasa jenuh karena hari Senin telah tiba.

Meski terkadang aku merasa kurang tidur akibat begadang menonton film favorit di malam minggu. Seperti sebuah agenda rahasia. Yang kusimpan sendirian. Dan kode-kode rumit dikepala yang hanya bisa dipecahkan karena nonton film.

Terkadang film membuatku berimajinasi akan banyak hal. Seperti menghabiskan hidup sampai mati dengan agenda menonton film di malam minggu. Atau memecahkan kode dalam buku kuis yang berhadiah puluhan juta. Tapi kurasa hidup tidak semudah itu untuk dijalani.

Terkadang, ingatanku masih saja jatuh pada patah hati yang dulu, sewaktu berumur delapan belas tahun. Sewaktu lulus SMA. Ketika aku bercita-cita menikah dengan lelaki pujaan. Karena selepas lulus aku bekerja mengumpulkan uang untuk biaya pernikahan. Tapi brengseknya lelaki tersebut malah membawa kabur semua tabunganku. Sampai habis sehabis-habisnya. Apa lelaki di luaran sana memang sebrengsek dia. Itu menjadi pertanyaan besar dalam hidupku sampai sekarang. Dan apakah jika sama setara brengseknya. Hanya karena kemiskinan menyebabkan pernikahan hannyalah batas kehidupan. Dan lelucon saja. Dan aku tak ingin menjadi salah satu manusia yang menyedihkan seperti itu.

Sejak saat itu aku ingin hidup dengan mencintai diri sendiri. Misal pun nanti aku menemukan lelaki brengsek itu lagi. Entah di jalan atau bahkan sedang dengan wanita lain. Aku tak ada lagi minat menghajarnya sampai babak belur. Apalagi mempermalukannya. Sia-sia saja hidup bahagiaku jika kulakukan itu. Salah-salah aku yang masuk bui, dan menghancurkan cita-citaku. Dan tak bisa menonton film favoritku lagi. Biar saja dia mati dengan sendirinya. Aku cukup menikmati hidup bahagiaku. Dengan bekerja dan menikmati malam mingguku dengan rebahan.

Pernah sesekali teman kerjaku menanyakan tentang film favoritku. Tapi tak kujawab. Karena aku akan merahasiakannya sampai mati. Biar itu menjadi rahasiaku di malam minggu. Sebab film favoritku adalah Spongebob Squarpants. Dan tentang si pink jenius siapa kalau bukan Patrick Star. Hahaha kurasa ini sangat gila. Jika semua orang kembali mengingat apa film favoritku. Jadi lebih baik kurahasiakan sampai mati.

Juga kemungkinan nanti aku bisa mati dengan bahagia.

Penulis

Di kenal dengan nama pena choimoza. Lahir di Demak Jawa Tengah 23 tahun lalu, dan kesibukanku adalah tidur di malam hari. aku tak tahu ibuku ngidam apa sewaktu mengandungku. Dan sialnya tumbuh menjadi gadis bebal yang keras kepala dalam melakukan banyak hal. Suka menulis sejak SD. Dan lahir dari diary dan note note kecil yang ditempel di berbagai sudut kamar. Memulai debut menulis bersama komunitas menulis online. dan mulai masuk ke dalam rumah puisi di platform instagram memuisikan sejak 2018.  sampai  sekarang dan kemungkinan juga akan menulis banyak hal lagi. Dan menjadi bagian dari memuisikan.id.

Baru melahirkan satu buku berjudul about us di awal tahun 2019.  Kata ayahku tetaplah menulis untuk bahagia. Dan mencipta banyak hal sederhana. Bisa bersuamaya lewat instagram @choimoza

Instagram Feed Instagram Feed Instagram Feed Instagram Feed Instagram Feed Instagram Feed

Sapa Maya

More Stories
Sinau: Tahapan menulis puisi