Algoritma Patah Hati - Kumpulan Puisi Isman Sumurubun
Algoritma Patah Hati - Kumpulan Puisi Isman Sumurubun

Algoritma Patah Hati – Kumpulan Puisi Isman Sumurubun

RINDU

Di ambang batas dua alam jarak dan waktu
Aku membaca sebuah puisi yang hendak kau
tak baca pada waktu itu

Aku tak berharap kau membalasnya
tapi yang aku harapkan kau mendengarnya

Sebab begini caraku merindukanmu
hingga sayap-sayap aksara berujung maut

Namun, rinduku kepadamu
tak pernah pudar

Makassar 20 Oktober 2017
Isman Sumuburun/@sabda.kopiku

RINDU YANG TERSESAT

Di saat senja berkelana merayuku dengan jingga
Di saat aku sedang duduk merapal
kata-kata tak terhingga

Memandang luasnya lautan yang tak bertepi
Menikmati setiap jalan yang selalu sepi

Aku masih di sini
Melawan kautnya arus rindu yang tak henti
Melawan kuatnya rayuan dan godaan yang menghampiri

Biarlah aku dan senja menari
Di saat rindu tak pernah kembali
Karena rindu sudah tersesat di labirin hati

Makassar 30 Oktober 2017
Isman Sumurubun/@sabda.kopiku

ALGORITMA PATAH HATI

Kala cinta tak lagi dipenuhi canda dan tawa
Bergetar seluruh jiwa bahkan semesta
Jalan pun menjadi sunyi
Dan angin menjadi saksi

Aku pikir, Kau adalah orang yang paling mencintaiku
Namun semua itu hanyalah pikiranku saja

Padahal janji sudah kita bulatkan
Padahal rencana sudah kita tekadkan
Padahal harapanku kau akan jadi milikku selamanya
Tapi semua itu telah hancur tanpa ada yang tersisa

Pernahkah kau berpikir bahwa betapa istimewanya kau di hatiku. Pernah kau berpikir bahwa betapa bahagianya aku mencintaimu. Pernahkah kau berpikir bahwa kau adalah yang paling kubanggakan di kedua orang tuaku

Pernahkah berpikir tentang itu semua?

Aku masih berharap padamu
dengan sepetak kisah yang pernah kita lewati, banyak kenangan yang pernah kita lalui, saat ini aku ingin kita kembali menuliskan kisah ini. Namun aku tak bisa, karena aku sudah kau lukai. Maaf aku tak ingin menulang kisah sama.

Aku tak menjadi tempat sampah untuk kau
membuang segala rasa bosan, sunyi dan sepi
Bukankah aku sudah pernah bilang, jika kau pergi dan kau ingin kembali, aku sudah tak peduli.

Di hati ini, aku telah menutup segala arah
termasuk arah ketika kau kembali
Sebab doaku bukan lagi tentang kamu,
tapi dia yang masih menjadi rahasia
antara aku dan Tuhanku.

Makassar 20 November 2017
Isman Sumurubun/@sabda.kopiku

SENJA

Perlahan kau pun menghilang dari pelukan anak bumi
Kepergianmu menggugat logika bahkan naluri
Maaf aku tak sempat membaca puisi untukmu
Namun aku akan tetap menulis puisi tentangmu
Pergilah sudah saatnya kau menuju keabadian cinta
Dan aku akan tetap menunggumu seperti
dahulu kala.

Sebab aku yakin dan percaya
bahwa kau akan kembali pada
waktu yang sama.

Makassar 06 September 2017
Isman Sumurubun/@sabda.kopiku

APAKAH

Masihkah ada cinta yang berisi
ketika logika sudah lelah bertolenransi

Apakah
Masihkah ada cinta yang berisi
ketika cinta sudah berbau terasi
bahkan rasa pun sudah  basi

Apakah
Masih ada cinta serta rindu
ketika cinta sudah tereliminasi

Dan hati kini kian tererosi
digaris waktu sedang berpuisi

Makassar, 26 September 2017
Isman Sumurubun/@sabda.kopiku

Penulis

Isman Sumurubun, dapat bersua maya melalui @sabda.kopiku

Instagram Feed Instagram Feed Instagram Feed Instagram Feed Instagram Feed Instagram Feed

Sapa Maya

More Stories
Menunggu kedatanganmu sobat