memuisikan indie
memuisikan indie

Puisi Gadis Indie – Rashad Imam Reza

Gadis Indie 

Pernah kuputar
Rekaman suaramu  didunia maya
Petikan gitar itu
Memancarkan keindahan tersendiri
 
Dari jemarimu yang menari-nari
Di atas senar menghasilkan melodi
Serta tulisanmu yang tak mudah untuk dimengerti
Namun mudah untuk diresapi
 
Tak banyak cerita tentangmu
Gadis unik berambut keriting
Dengan wajah manis berkulit langsat
Memikatku dengan tatapanmu yang eksotis
 
Tak banyak cerita darimu
Karna misteri selalu menyelimutimu
Susah menebak gerak–gerikmu
Duhai gadis indie yang kukagumi
 
Sukar Amnesia
Sepertinya aku tak mampu
Mengisi kekosongan yang ada
Dalam sanubariku
Mencoba melupakanmu
 
Mencari ruang lain untuk bersimpuh
Namun seiring berjalanya waktu
Justru aku
Yang semakin terbelenggu
 
Seandainya saat itu
Aku tak menemukanmu
Dan dirimu tak menerima uluran tanganku
Mungkin akan mudah bagiku tuk melupakanmu

 

Introvert
Banyak orang di sekitarmu
Tapi inginnya menghilang
Tapi terkadang
Ingin dianggap juga
 
Rumit berliku – liku
Keramaian menguras tenagamu
Sikap dinginmu
Beserta pembawaan karakter pasif darimu
 
Kau tau apa yang perlu dikatakan
Dan yang tak perlu diumbar
Kau menjaga privasi orang lain
Dan juga menjaga perasaan
 
Namun terkadang orang lain tak bisa
Memahamimu serta Melihatmu sebelah mata
Padahal dirimu tak seperti itu
Tak memiliki kesalahan apa–apa

Keputusan
Dia menjauh
Kamu bisa mengejarnya
Atau berhenti mengejarnya
Semua itu pilihan
 
Tapi ingat
Luka selama kamu berlari
Akan terus terbuka
Jika ia tak meresponmu
 
Itu semua keputusanmu
Mau terus terluka atau ingin sembuh
Hanya dirimu yang bisa mengukur
Seberapa kuatnya perasaanmu
 
Buronan
Target yang selalu kuincar
Tanpa alasan tanpa perhitungan
Berawal dari ketertarikan
Dan rasa ingin diperhatikan
 
Menjelma menjadi ambisi
Semua amunisi kekacauan
Telah aku lontarkan padanya
Betapa kejamnya aku dimasa itu
 
Entah bagaimana cara meminta maaf
Itu adalah dosa dimasa lalu
Seiring berjalanya waktu
Semakin aku mengingat
 
Semakin ingin kucekik diriku
Tulisan ini berisi sindiran
Serta pengingat agar aku tak lagi
Tak lagi menyakitimu seperti waktu itu
 
Rasa
Rasa tak kan hilang
Rasa hanya diketahui oleh pemiliknya
Mata bisa mengalihkan pandangan
Mulut bisa berkata lain
 
Telinga bisa menutup
Rasa akan selalu ada
Dan menjadi lebih peka terhadap angkara
 
Rasa akan terus ada
Rasa akan terus melangkah
Selama jiwa masih berdedikasi untuk bertahan
Bukan Budak
Kulihat saat ini
Banyak manusia berpura – pura
Mahasiswa salah jurusan
Pekerjaan yang tak sesuai dengan minat 
 
Diperbudak orang – orang berdasi
Mahluk tak mengenal salah bernama  “Bos”
Jati dirimu tak bisa pergi darimu
 
Kejarlah keinginanmu
Berhentilah berpura – pura
Jangan jadi manusia budak
 
Metamorfosa
Selaksa asmara
Tak bisa pudar
Berbagi rasa denganmu
Tak pernah menjemukan
Mendengarmu berceloteh
Apalagi sampai berjam – jam
Tak membuatku bosan
Selama alunan suaramu masih terdengar
Kita saling mengerti
Walau kesekian kalinya
Selalu patah di tengah jalan

Rashad Imam Reza, biasa dipanggil ” Reza” namun saat SMA teman – teman akrab memanggilku Rashad. Lahir di Salatiga kota kecil bernuansa nyaman, pada 26 November 1999. Sekarang menempuh pendidikan di STEI TAZKIA Bogor mengambil jurusan Ekonomi Islam, karya bisa dilihat di Instagram saya @Rashad_rir.sekian dan terima kasih.

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Instagram Feed Instagram Feed Instagram Feed Instagram Feed Instagram Feed Instagram Feed

Sapa Maya

More Stories
Kami Menyesal Membaca Kisah Perjudian Anda