Waktuku bersama Ibu

Hai Kamu Apa Kabarmu?

Hai kamu, apa kabarmu hari ini? Aku harap selalu baik, sehingga siap menebar biak kebaikan. Di mana pun kamu, semoga ceritaku bisa sampai padamu. Sebab sudah lama sekali rasanya kita tidak lagi bisa mencipta sua, aku rindu saat-saat kita bercerita, soal apa saja walau selalu terhenti ketika masalah politik mulai menjadi topik, atau oleh sebab Ibu hadir mengganti topik sembari menyuguhkan keripik.

Tapi kerinduanku, barang kali tidak berarti apa pun dibanding kerinduan Ibu akan kehadiranmu. Seminggu yang lalu aku pulang ke rumah Ibu, bukan aku yang Ibu tanyakan ketika aku mencium tanggangnya dan mengucap salam, tapi kamu. Ini sudah tahun ketiga sejak kali pertama kamu memutuskan menjadi anak rantau, tiga tahun yang mungkin bagimu begitu singkat namun bagi Ibu adalah waktu yang berjalan begitu lambat.

Tentu saja Ibu tidak sampai hati memaksamu segera pulang, untuk menyampaikan rasa rindunya pun Ibu tidak lagi sanggup. Begitulah Ibu, begitu caranya mencintai dan menyayangimu. Maka aku akan kisahkan setiap waktuku bersama Ibu kepadamu, setiap waktu yang selalu ada namamu. Semoga kamu masih ingat kalimat yang sama dulu kita teriakkan; “Anak Ibu bersatu tak bisa dikalahkan”.

Yogyakarta 21 Desember 2018

Instagram Feed Instagram Feed Instagram Feed Instagram Feed Instagram Feed Instagram Feed

Sapa Maya

More Stories
Sinau: Tahapan menulis puisi