Blokir dulu sebelum sesat pikir

Sumber Gambar Google
Hai, hola! Pegal juga menemani ponakan nonton video-video pendek Minion di Youtube. Apa kabar kamu hari ini? Tentu saja kebahagiaan dalam hidup sedang menyelimuti, semoga menjadi berkah pada umur di bumi.
Beberapa hari ini aku mulai rajin menyeleksi teman di media sosial. Bukan sebab apa, ya kamu tahu, pertarungan politik akan segera berlaga, dan akan bermunculan keberanian dalam kata-kata, walau dalam nyata mereka tak segarang status di media sosial yang dimiliki.
Arus informasi begitu cepat, melaju pada jalur yang belum tentu tepat, namun pada amin kita terpikat, juga selanjutnya berbaris sebagai penikmat. Ah, semua tergantung pada diri, bagaimana menjadikan kemajuan ini, semua tercipta memiliki sisi, ada baik ada buruk itu pasti.
Di tengah hiruk pikuk arus informasi, sudah berkali aku mencoba menepi, tapi arus ramai selalu saja menarik diri, kembali menjadi bagian; rerasan dan caci maki. Di tahun politik Indonesia yang tanpa jeda, ke mana lagi kita bisa mencari suaka, jangankan turut serta pro dan kontra, menjadi netral pun bisa celaka.
Susah memang, tapi begitulah perang. Menjadi segala sayang, semua atas nama berjuang. Ah, aku selalu rindu masa kanak-kanak dulu; bermain layang-layang, lompat tali, sampai kalah adu gundu. Kamu yang seusiaku, kenangan itu memakan waktu, sudah lama sekali tapi selalu menagih rindu.
Maka kepadamu teman baikku, maafkan aku yang harus menyisih darimu sementara waktu, pada aku yang tidak sempurna, tak bisa membiarkan bom waktu meledak di dada. Segala perang; pro-kontra yang kau sajikan di beranda, barang kali bukan untukku, tapi siapa bisa menolak ketika sesak dan memenuhi kabar berita?
Nanti, ketika huru-hara ini mulai padam lagi, dan segala caci maki menepi, kita bisa saling berbagi kekonyolan lagi. Aku akan bersemangat menemuimu dalam nyata, percayalah walau dalam maya aku tidak lagi menganggap kau ada. Selamat menjadi pasukan pemilu, apa pun pilihanmu, jaga kewarasan sebab yakinku masih sama; yang dipuja itu kelak akan ada masa mengecewakan.
Doaku masih sama; semoga inginku dan inginmu serta segala ingin makhluk di bumi Ibu ini menjadi kebaikan untuk kemajuan dan kedamaian dalam kasih sayang sesama anak bangsa. Merdeka!
Seperti biasa, salam.
Wonosobo, 24 Agustus 2018

Instagram Feed Instagram Feed Instagram Feed Instagram Feed Instagram Feed Instagram Feed

Sapa Maya

More Stories
Memuisikan.id Sebaiknya kamu diam saja
Sebaiknya kamu diam saja