Puisi; pada akhirnya

Pada akhirnya di bumi Tuhan yang basah, segala hasrat memilikimu menjadi pasrah. Bagaimana lagi aku bisa sampai di beranda hatimu, sedang segala rasamu telah purna berlabuh di hati yang baru.
Aku kira memang begini jalan ceritanya, aku hanya bisa mengagumi dalam doa. Merapal namamu pada setiap rindu, lalu diam-diam mengiklaskanmu.
Keberanian yang tidak sempat aku miliki untuk mengatakan perasaan ini, biarlah menjadi abadi mencintaimu tanpa memiliki. Sebab begitulah hukumnya, pada cinta yang tak menemukan kalimat mengungkapkannya.
2018
Mudjirapontur

Instagram Feed Instagram Feed Instagram Feed Instagram Feed Instagram Feed Instagram Feed

Sapa Maya

More Stories
Selamat Hari Tani! Petani Harus Selamat!