Puisi: kembali mengenang Sarji


Ini malam soal puisi kembali mengisi, menari, sampai pada biji pada kopi
Sarji, engkau muncul tepat lima inci pada benakku yang sempit kala malam di kedai sepi
Tiga tahun setidaknya katamu, sebelum embun menemani memetik merah
tiga hari setidaknya katamu, bergelut pada pilihan kering atau memilih basah
tiga minggu setidaknya katamu, meraba pada bentuk dan ukuran yang sah
Lalu biji-biji itu, pergi pada penggorengan modern, “roasting” kau menirukan bibirku.
Kemudian pada pasar “sampailah dia di kedaimu” ucapmu kala itu.
Ah Sarji, nyatanya setelah sampai tak seindah yang kau tahu.
Pelanggan itu Sarji, serba ingin tahu, lalu mangut-mangut tiap kali aku ceritakan tentangmu.
Di kedai tempatku meramu Sarji,
Secangkir kopi telah berubah menjadi seni,
dan tepuk tangan kau tahu? lebih banyak kami simpan dalam laci

Wonosobo 4 Agustus 2018
Mudjirapontur

Instagram Feed Instagram Feed Instagram Feed Instagram Feed Instagram Feed Instagram Feed

Sapa Maya

More Stories
Puisi: pada buku kenangan