3 Hari Memuisikan


Tiga hari yang lalu, akhirnya aku beranikan diri meraya dunia maya, aku lahirkan satu akun instagram @memuisikan namanya. Ya barang kali saja aku bisa menghidupkannya.
Memuisikan sebagai ganti dari ruang nyata yang terlanjur sepi. Ya, sepi oleh sebab kepergianku sendiri. Dan kini aku kembali pada ruang nyata itu, menyeduh kopi dan meratapi.
Ruangan itu tetap sepi, buku-buku berdebu menemani. Kertas-kertas yang dulu manja dibaca, berserakan pada pojokan ruangan merana. Aku ada di sana, melayangkan segala kenang tersisa. Ah, dulu tidak pernah sesepi ini. Ah, dulu selalu ada puisi dan bernyanyi.
Aku kesepian, ini hukuman. Purna aku meninggalkan ruang, menikmati kenyamanan lupa pulang. Kini semua ingin aku ulang sekali lagi, meruat sua menulis puisi barang kali.
Apa mungkin?
Sebab ruang ini benar-benar kehilangan penghuninya, pada nyata kini semua telah memiliki kesibukannya. Mungkin menjadi merana harap di kepala. Ini pekerjaan besar, bisa jika sabar.
Sebab ruang telah terlanjur hilang. Sedang keinginan masih berjuang. Tidak salah jika terus ada dan berlipat ganda dalam bentuk lainnya.
Aku sampaikan padamu, bersualah ke anak asuhku, @memuisikan namanya, baru tiga hari umurnya. Barang kali kita bisa bersua dalam kata-kata. Dan aku sampaikan kepadamu yang telah bersedia meramaikan anak asuhku, aku tunggu puisimu. Salam.

Latest posts by ryanarirap (see all)
Instagram Feed Instagram Feed Instagram Feed Instagram Feed Instagram Feed Instagram Feed

Sapa Maya

More Stories
Beberapa Alasan Menulis Cerpen