Rasa-rasanya keberanian itu semakin mahal saja harganya

Rasa-rasanya keberanian itu semakin mahal saja harganya, padahal ini hidup sudah lahir pada udara yang merdeka. Pun dengan segala kemajuan dan keterbukaan ilmu, rasanya tidak patut manusia diperbudak ketakutannya.
Sudah setahun ini aku melihat manusia yang membungkukkan badan lebih rendah di hadapan manusia lainnya. Belakangan, lebih tepat tujuh bulan ini lebih mengerikan lagi. Merangkak pun barang kali sedia dilakukan, dan ke semuanya itu tidak lebih demi sebuah sistem yang langgeng membelenggu dirinya sendiri.
Memang kiranya abad ini seperti sedang mengalami apa yang dituturkan masyarakat Jawa; wolak-walike jaman. Orang-orang semakin maju dalam pengetahuan, perlatan canggih lahir setiap hari, manusia semakin cepat bergerak, informasi semakin terbuka untuk siapa saja. Tapi, oleh sebab itu manusia juga kehilangan warisan pengetahuan leluhur, kehilangan hidup selo, tidak bisa membedakan informasi benar dan salah, semakin takut, dan ketergantungan.
Lebih dari semua itu, barang kali seperti aku sebut sejak awal. Manusia kehilangan keberaniannya. Dalam hal apa pun. Manusia lebih senang menjadi pengikut manusia lainnya; entah itu benar entah itu salah, entah menjadi bagian peradaban atau sekadar kerumunan. Sebab jika tidak demikian, ia menjadi terkucilkan; manusia yang salah akan dihujani caci maki seluruh Jagad, dipertontonkan dalam layar-layar genggam. Dan sialnya, melawan akan semakin diperolok-olok.
Orang benar dan orang salah, sudah sangat sulit dibedakan. Keduanya sama-sama tidak memiliki keberanian. Keberanian menjadi manusia yang sebenar-benarnya manusia. Dan dari semua itu, aku sedang membungkukkan badan entah untuk siapa.
Surakarta, 31 Mei 2018

Instagram Feed Instagram Feed Instagram Feed Instagram Feed Instagram Feed Instagram Feed

Sapa Maya

More Stories
Genre Buku Super Murah Jual Borongan