Perdebatan kau dan aku pula yang menjadikan kita tak kunjung pulang. Entah itu kerumah orang tua ku atau orang tua mu.
Seperti hari-hari yang lalu kau menolak tinggal sejenak di rumah orang tua ku, begitu juga aku menolak tinggal sejenak di rumah orang tua mu.
Lalu hari selanjutnya kita kembali sibuk memilih ke mana kita akan pulang. Dan itu pula yang menyebabkan aku dan kamu semakin jauh menuju jalan pulang.
Pun ketika kita kian jauh dari rumah dan merasa tersesat kita masih menolak pilihan pulang. Seperti halnya kamu yang mencoba menawarkan peta baru di mana rumah kita akan di bangun. Atau aku yang menawarkan gambar masa kecil kita tentang gunung dan jalan tenang menuju rumah kita.
Rumah.
Pulang.
Entahlah.

Instagram Feed Instagram Feed Instagram Feed Instagram Feed Instagram Feed Instagram Feed

Sapa Maya

More Stories
Puisi: kala hujan lagi