Wanti di kotamu tiada senja hari ini


Di kota yang kian asing dan penuh sesak roda bermesin ini, menikmati matahari terbenam adalah suatu kenikmatan tersendiri. Aku suka, tanpa kata bosan walau mengulanginya berkali-kali. Tapi menikmati senja adalah tujuan kedua, yang pertama tentu saja senyummu, sebab aku lelaki.
Wanti, di kotamu tiada senja hari ini. Padahal jauh aku datang sejak semalam, berharap sore tadi senja datang dan mendung berbaik hati untuk tidak mengganggu. Tapi alam punya cara dan perhitungan sendiri, hujan sudah begitu merindu untuk membasahi bumi. Mau dikata apa. Senja tidak mampu memamerkan cahaya.
Mengerti bahwa senja akan tertahan. Aku masuk pada ruang-ruang pertemuan, berharap ada kamu yang menyambut dengan satu saja senyuman. Tapi memang menemukanmu tidak pernah mudah. Kota ini kian sesak, ruang-ruang baru bermunculan, obrolan-obrolan begitu liar dan menyenangkan. Aku hanyut dalam obrolan mereka yang baru aku temukan, turut serta menjadi bagian dari perubahan yang mengatasnamakan generasi jaman.
Wanti, hujan siap menyambut. Senja diganti mendung yang akut. Langkahku menjadi entah, mungkin itu pertanda aku mulai takut. Ya, aku takut ketika tidak mendapatkan senja di kotamu. Sebab senjalah yang biasa menggantikan senyumanmu, senja jua yang mengobati kerinduanku.
Aku putuskan menelusuri gedung-gedung tinggi. Sampai pada pusat perbelanjaan yang sudah cukup lama aku kenali. Di tempat ini, ada sebuah toko buku yang kian sepi. Aku ingin mencari senja di sini. Tentu saja senja dalam teks buah imaji. Tidak mengapa, aku kira ini bisa sebagai penganti.
Wanti, aku belikan untukmu sebuah buku. Harapku sederhana, melalui isi di dalamnya kamu tahu betapa senja memang bisa membuat pencinta menjadi gila. Tapi soal isi sebuah buku, itu terserah kamu sebagai pembaca mengartikannya. Buku ini telah lama aku baca, setahun yang lalu di tempat yang sama aku pun sempat membeli untuk kali kedua sebab buku ini hadir dengan cetakan yang baru. Dan hari ini aku beli kembali untuk kali ke tiga, semoga kamu suka. Sebab di dalamnya banyak senja dengan segala latar ceritanya.
Wanti, senja akan selalu istimewa walau sudah berkali manusia menuliskannya.
Sorowajan, 7 April 2018
Mudjirapontur

Instagram Feed Instagram Feed Instagram Feed Instagram Feed Instagram Feed Instagram Feed

Sapa Maya

More Stories
Post with comments disabled