Hai kamu andaianku

Hai kamu. Aku sedang menepi, lalu inginku beterbangan. Bebas sekali pikiranku di puncak senja hari ini. Dari berjuta ingin dan angan, aku menarik berkali harapan. Sebab harapanlah yang menjadikan aku sampai pada puncak senja dan menyadari putaran hari ini telah aku tuntaskan.
Sama sepertimu, tiada hari yang benar sempurna bisa aku lewati. Sempurna seperti ketika langkah kaki pertama untuk memulainya pagi tadi. Aku juga sama sepertimu, pecundang yang dikalahkan hari. Tapi beruntungnya aku, ketika puncak senja segala ingin dan angan datang merajut kembali harapan. Aku kira kamu pun begitu.
Kini aku sedang berandai. Andai saja kamu ada di sampingku, menatap senja yang sama dari tempatku. Andai saja kamu lewat di hadapanku, mengalihkan pandangan senjaku menuju senyumanmu. Andai saja kamu ada tidak sekedar di kepalaku, namun benar aku bisa menggandeng tanganmu dan berjalan menghabiskan senja sampai peraduan malam. Dan banyak lagi andai yang lainnya.
Hai kamu. Segala andai tentangmu adalah harapan yang selalu bereproduksi untuk memulai dan mengakhiri setiap hariku. Walau dalam putaran waktu di setiap hari dipecundangi, aku tidak ingin kalah menghadirkan kamu dalam andaianku.
Aku kira kamu pun memiliki andai yang sama sepertiku, andai yang menjadikan harap dalam hidupku. Walau aku tahu andai milikmu bukan tentang mengandaikan aku. Tapi percayalah kelak aku tidak sekedar andai bagimu.
Solo 4 April 2018
Mudjirapontur

Instagram Feed Instagram Feed Instagram Feed Instagram Feed Instagram Feed Instagram Feed

Sapa Maya

More Stories
Sounds from Earth