Dua rumah aksara milik kawanku

Hai, apa kabar kamu? Aku selalu berharap kamu sedang baik; jasmani, rohani dan ekonomi. Seperti sudah lama sekali aku tidak membuka wordpress, blog pribadi ini seperti kehilangan aktivitas penghuninya. Baiklah, harus aku sadari, beberapa hal sedang mengepung dan meminta perhatian khusus, hingga berlarut lamanya. Tentu saja itu bukan alasan untuk aku dengan enteng meninggalkan rumah aksara ini.
Tapi, di sela waktu pekerjaan yang meminta jatah lebih aku masih berusaha menulis. Ya, walau satu sampai dua paragraf kemudian hilang, aku tinggalkan dan lupa. Begitu seterusnya, berulang.
Aku senang, setidaknya dua hari ini. Pertama kemarin salah seorang teman dengan perasaan senang dan juga dibarengi suasana duka, mengabarkan terbitnya satu tulisan di rumah barunya. Dia mengabarkan lengkap alamat blog pribadinya dan satu judul tulisan yang sangat menarik. Lain waktu aku akan membahasnya di blog ini tentang rumah baru bagi aksara temanku itu. Kedua hari ini salah satu teman yang aku belum pernah berjabat tangan secara nyata juga mengabarkan rumah aksara pertamanya dan mengirimkan satu tulisan yang sangat menarik.
Kedua kabar di atas adalah bagian dari penyemangat ketika akhirnya aku menulis ini, juga sebagai pukulan yang telak. Bagaimana tidak, aku yang selama ini mencoba mengajak mereka menulis dan memiliki blog pribadi ternyata tanpa sadar telah meninggalkan blog sekian lama. Malu.
Aku selalu percaya, setiap orang memiliki cerita yang menarik. Kedua temanku ini tidak saling mengenal, aku pun hanya mengenal secara nyata salah satu dari mereka. Tapi semangat menulis yang hadir dari keduanya benar-benar luar biasa. Kawanku yang pertama, adalah penulis aktif sebelumnya di tumblr, sedang yang kedua penulis yang cukup aktif di beranda facebook. Saat ini mereka benar-benar menulis di wordpress, aku harap mereka betah. Juga aku harap aku bisa kembali mengisi blog ini lebih rajin dan rutin. Sebab tanpa menulis banyak cerita yang hilang ketika mengenang mengalami kesulitan.
Dalam kesempatan ini aku ucapkan banyak terima kasih kepada kawan-kawan di wordpress dan pembaca di luar wordpress, yang selama ini mau berbagi dan membaca tulisan-tulisan keseharian dariku.
Ingat! Menulis yang paling nikmat salah duanya ketika sedang jatuh cinta dan juga ketika patah hati, jadi ketika aku jarang menulis bisa jadi aku sedang tidak? Hehehe. Tapi seperti katamu modal utama menulis adalah kemauan, dan aku kehilangan modal itu. Lekas kembali wahai hasrat.
Kauman, 28 Maret 2018
Mudjirapontur

Instagram Feed Instagram Feed Instagram Feed Instagram Feed Instagram Feed Instagram Feed

Sapa Maya

More Stories
Musikalisasi Puisi Ketika kau tak ada Karya Sapardi Djoko Damono