Tiada lelah kata-kata

Di dalam diriku ada aku yang suka berkata-kata
pada kertas, pada buku, pada tinta
Lalu perlahan ia kehilangan kawan bicaranya
terdiam, perlahan kehilangan nyawa.
Jadilah ia berkawan pada di luar dirinya
mencipta dunia dengan segala omong kosongnya
membaca, menulis, berbicara pada kegelisahan semesta
merangkai kata pada senja pembangkangan penguasa.
Aku semakin jauh ingin mengadili dunia
Menulis, membaca menjadi amunisi siap sedia
Pada buku aku kabarkan kebangkitan menjadi manusia
Pada kata aku menggugat kuasa.
Tanpa tuan tanpa hamba, tanpa
budak tanpa raja.
Lalu sebagian dari aku hilang tanpa pesan
dimakan budak kebodohan
dimakan kabar kebohongan
dimakan prasangka yang tidak berkesudahan.
Satu persatu matu, hilang, yang beruntung masuk bui.
Saling membunuh dengan buku dan kata yang sama
pemenang adalah mereka yang menggiring apa yang harus ditulis dan baca.
Di kepalaku saat ini sedang sesak kata-kata.
Berlarian masuk bilik lupa.
Menjadikan induk kalimat kehilangan tubuhnya.
Susunan paragraf tiada lagi sempurna
Dan kabar bohong aku produksi tiada habisnya.
Tiada jeda lelah untuk kata-kata.
Surakarta, 13 Maret 2018
Mudjirapontur

Instagram Feed Instagram Feed Instagram Feed Instagram Feed Instagram Feed Instagram Feed

Sapa Maya

More Stories
Puisi: aku malu