Cerita itu tidak usai

Hampir satu tahun, aku kehilangan gairah. Cerita itu akhirnya menjadi tumpukan yang berulang aku baca, lagi dan lagi. Sesekali aku merindu, lebih sering aku tertawa, senyum dan merasa begitu ingin sekedar mengulang lagi beberapa bagian yang salah dulu itu. Tapi oleh sebab waktu tidak bisa diulang atau dimajukan, aku hanya memaku, membaca, lagi dan lagi lalu rindu.
Kemarin di Jogja, di tempat kali pertama aku menuliskan cerita itu, aku kembali membaca, merapikan salah ketik, dan melanjutkan cerita dengan menulis beberapa paragraf. Aku lelah, lalu berhenti. Ingatan kadang lebih senang datang untuk meneteskan air mata, atau membuat penyesalan dan kebahagiaan dalam waktu berdekatan, dari pada bekerja sama untuk menuliskannya.
Aku siap menelepon Hanz atau Bang Syam, tapi urung. Aku kira mereka berdua telah terlalu jauh terlibat dalam proses ke penulisan ini, oleh sebab terlalu lama menunggu akhir cerita yang tidak usai, aku yakin mereka akan kesal jika aku memaksa mereka mengingat kejadian-kejadian semasa SMA yang aku alami, juga karena aku yakin mereka sedang tidur. Itu cerita hidupku, harusnya aku mengingat lebih dari pada kawanku, ternyata tidak.
Ketika aku kembali membaca beberapa bagian dalam cerita itu, aku merasa ada yang salah. Ada yang aku tutupi, agar tidak melebar ke arah personal, tapi justru semakin ke lembar selanjutnya aku berhenti, ceritanya jadi rancu, sebab memang harusnya itu personal. Terkadang tokoh aku tidak ingin terlihat patah hati dalam kisah itu, tapi bukankah sang tokoh memang sakit hati.
Seperti yang diucapkan sang tokoh “Hati adalah pendusta yang selalu resah” aku kira itu benar, dan sebagai penulis cerita, aku resah sebab telah berdusta dalam beberapa paragraf, walau itu demi kebaikan mereka yang ada di dalam cerita.
Dan pagi ini ketika aku mulai membaca kembali, sebuah pesan masuk.
“Aku mendengar kabar, kamu sedang menulis sebuah buku, terserah itu hakmu, tapi tolong jangan ada aku di bukumu.”
Lantas, akan aku dustakan kamu menjadi apa?
Solo, 5 Februari 2018
Mudjirapontur

Instagram Feed Instagram Feed Instagram Feed Instagram Feed Instagram Feed Instagram Feed

Sapa Maya

More Stories
Puisi: cerita cinta belia