Keinginan membuat audio blog

Aku orangnya bisa baper. Akhirnya aku sadar, semua tak lagi sama. Ada yang berlangsung, ada yang berhenti, ada yang hilang dan terganti. Berulang, mengalir. Sudah. Ini mungkin saatnya. Banyak pekerjaan yang harus selesai, banyak tumpukan berkas yang harus segera pergi dari meja kerja. Sebelum baper ini menjadi-jadi dan mengakhiri semua yang sudah dimulai. Sebelum keinginan keluar dari pekerjaan ini semakin menjadi-jadi.
Aku butuh kebiasaan lama. Aku ingin mebaca puisi, membaca cerita pendek, membaca artikel ringan. Aku ingin suaraku yang tak merdu ini kembali mengudara. Entah ada atau tidak yang mendengarkannya. Aku hanya ingin itu.
Setelah kenyataan bahwa saluran Youtube yang aku bangun untuk berbagi suara tak merduku itu dicekal oleh Tim Youtube, aku berhenti. Itu tujuh bulan yang lalu. Tidak lagi ada keinginan membaca puisi, cerpen dan artikel ringan untuk diteruskan kepada pendengar. Aku coba mencerna, di mana letak kesalahanku kepada Youtube. Dan tidak aku temukan jawabannya. Apa karena suaraku yang tak enak didengar?
Pagi ini, ketika kebiasaanku mendengarkan radio, seperti saat SMA dulu kembali menggebu. Aku berpikir untuk kembali membuat saluran Youtube, agar aku bisa kembali bersuara dan bersua di sana. Tapi rasa khawatir akan mengalami kejadian serupa seperti saluran sebelumnya membuat aku redub.
Jujur saja, bersuara di Youtube dengan membaca puisi, cerpen atau artikel ringan itu menyenangkan sekali. Walau aku tahu, pengunjung (pendengar) bisa dihitung dengan jari. Poinnya aku kira bukan di seberapa pengunjung, tapi karena aku bisa bersuara di sana.
Sering, ketika aku menjelajah blog milik teman-teman yang aku ikuti, aku ingin sekali membaca postingan mereka dan menjadikan format audio blog. Sebab aku senang, itu sebagai media yang bagus melepas penat dan stress. Tapi apakah mungkin mereka rela, karya terbaiknya itu aku bacakan dan sebarkan menjadi audio blog dengan suaraku yang bisa jadi penyebab saluran Youtubeku ditangguhkan oleh Youtube? Entah.
15 Jan 2018
Mudjirapontur

Latest posts by ryanarirap (see all)
Instagram Feed Instagram Feed Instagram Feed Instagram Feed Instagram Feed Instagram Feed

Sapa Maya

More Stories
Puisi: apa kabar rasa sepimu