Pada Januari yang menjadi milikmu


Kawan, kesibukan yang aku paksa buat ini sering kali menjadikan aku lupa. Lupa bahwa hidup tidaklah sesibuk kehidupan yang aku jalani. Bahwa dalam kehidupan ini, banyak hal yang saling berkaitan. Soal pertemuan, soal perpisahan, soal sua, soal jeda, menunggu, dan melupa, juga soal-soal lain yang tiada habisnya untuk dijalani dan nikmati.
Kawan, ini Januari. Bulan di mana pernah ada yang lahir dan bertumbuh, juga ada yang punah dan bergelimang kenangan. Menjadi awal dari perhitungan tahun atas dasar pengetahuan manusia, menjadi awal atas segala yang ingin dicapai pada usia yang ingin terus hidup lebih seribu tahun lagi.
Kawan, pada Januari yang menjadi milikmu. Aku hanya bisa diam-diam mendoakanmu, itu pun aku lupa, lalu ingat, lalu sesaat, lalu lupa. Tapi sejatinya doa sebagai manusia adalah harapan, sebab itu yang membuat aku hidup. Ada harapan, tanpa itu mungkin aku tetap hidup tapi merasa mati menjalaninya.
Karenanya, pada Januari milikmu, aku doakan segala kebaikan untukmu. Terus melaju, menjadi apa inginmu, sesekali silakan menangis, jangan ragu untuk berkeluh kesah, boleh marah, tapi jangan menyerah.
Selamat ulang tahun, selamat menjalani pengulangan angka-angka, selamat menjalani keberlangsungan hidup. Kepada Januari, kepada Tuhan, semoga selalu memberkati. Amin.
Terima kasih, untuk segala sua, segala cerita yang kamu bagi. Teruslah dan teruslah meraih mimpi, demi Ibu demi keluargamu dan demi apa pun yang menjadikan kamu merasa hidup.
Kauman, 05 Jan 2018
Mudjirapontur

Instagram Feed Instagram Feed Instagram Feed Instagram Feed Instagram Feed Instagram Feed

Sapa Maya

More Stories
Puisi: kau tahu ke mana langkahku menuju