Kekasih, aku melibatkanmu sudah terlalu jauh


Kekasih, ingatkah engkau pada Januari yang biasa kita habiskan untuk saling menagih janji? Pada Januari, di mana waktu berlalu begitu cepat, bersama pasir pantai, di khatulistiwa yang selalu betah kita bermanja, lalu senja kita habiskan tanpa sisa sebelum pulang memanjat doa.
Kekasih, kembali kita berada di Januari. Ini sudah kali ke berapa pengulangan tanpa kata pulang dan temu. Ini sudah kali ke berapa janji tak pernah lagi kita ucap dan tagih. Tapi, semua seakan masih sama, masih ada temu tanpa pulang, masih ada menepati tanpa berjanji. Seakan semua masih berjalan pada poros yang sama, pada genggaman tangan yang sama dan pada akhir cerita yang sama pernah kita bayangkan.
Kekasih, segila inikah aku selepas kepergian yang kita sepakati tanpa gugatan itu? Atau sebenarnya kau pun sama masih setia pada harapan yang sama denganku? Sebab kau pasti tahu, satu-satunya yang memberatkan namun menguatkan adalah segala doa dan harap yang tak pernah putus kau berikan untukku. Apakah harap dan doa itu masih sama dalam setiap senjamu?
Kekasih, menjadi gila bersama kenangan yang tak habis ini, aku merasa hidup. Sebab kegilaan ini sudah terlalu jauh untuk aku kembali, pada persimpangan yang mana kita dulu berpisah, aku telah lupa. Tapi pada persimpangan yang mana kita akan bertemu, aku tak pernah lupa. Aku masih setia pada jalan yang ada dalam harap dan doamu dulu itu, pun aku masih mencari persimpangan di mana kau pernah berjanji akan menghampiriku.
Kekasih, bukankah akhirnya aku benar bisa merasakan beratnya mencintai, dan kau tanpa sadar akhirnya benar bisa merasakan bagaimana mudahnya kau untuk dicintai. Siapa lelaki yang peduli untuk beralasan mencintaimu, jika lelaki itu pernah terbang bebas menerjang keras kehidupan bersama harap dan doa yang setia kau panjatkan.
Kekasih, aku melibatkanmu sudah terlalu jauh. Seperti aku akhirnya bertemu kembali pada Januari di mana segala janji, temu, harap dan doa kita mulai untuk melangkah bersama. Tapi kekasih, Januari dalam sekelebat ingatanku menjadi awal dan juga akhir. Ada yang tumbuh indah, ada yang punah. Satu hal yang harus benar-benar aku syukuri adalah, aku sampai pada Januari lagi, dan sampai pada doa dan harap yang selalu aku ingat darimu lagi dan lagi.
Kauman, 2 Jan 2018
Mudjirapontur

Latest posts by ryanarirap (see all)
Instagram Feed Instagram Feed Instagram Feed Instagram Feed Instagram Feed Instagram Feed

Sapa Maya

More Stories
Wanti di kotamu tiada senja hari ini