1 Januari 2018, kamu sudah berharap untuk satu tahun mendatang? Aku sudah, dengan harap yang sama. Sudah tujuh tahun. Lagi dan lagi. Harap, kamu ke mana? Aku di mana? Harap? Kenapa kita tidak saling bertemu dalam hari yang aku berharap? Sudah. Aku berharap.
Sebab hidup adalah keberlangsungan, aku membawa serta harap dan harap yang sama, harap itu belum lagi bisa sesuai dengan apa yang tergambar di kepala. Ada bolong di mana-mana, perlu banyak tambalan-tambalan yang lebih kuat lagi, ada banyak celah buat keluar, perlu banyak lagi yang dimasukkan selain usaha menambal. Harap ini masih sama, sama agungnya.
Sekarang aku kembali membuka ingatan pada harap yang sudah menahun. Tadi pagi aku bangun dengan keyakinan yang sama ketika sebelum tidur, aku yakin akan bangun dan hidup. Harap yang menahun seperti keyakinan pada setiap pagi aku bangun, harap itu akan terus ada, tercapai, dan terus berlipat ganda menjadi harap yang lainnya.
Aku tidak pernah usai, pada harap, pada tahun berganti. Bukankah aku ini egois? Benar. Dan segala egois itulah, aku ada dan berharap.
Harapku sudah kutulis, sudah kutempel pada dinding kamar, menjadi apa segala harap yang aku punya, semua tergantung sepandai apa aku mengelola egois tahun ini dalam diriku, menjadi harap yang bisa saja tidak hanya harapku.
Kauman, 1 Jan 2018
Mudjirapontur

Instagram Feed Instagram Feed Instagram Feed Instagram Feed Instagram Feed Instagram Feed

Sapa Maya

More Stories
Puisi Mbeling: ehKTP