Dosa rindu ini milik siapa?

“Sengaja aku sebut namamu berulang sebelum tidur, segala kenang muncul saling membaur”
Ada rindu yang dalam, sudah lama, belum juga sudi menepi. Kisah ini sudah terlalu lama kita akhiri, namun kepingan ingatan sesekali masih usil hadir tanpa tahu diri. Pada waktu yang tidak lagi tepat ini, memang penderitaan nyata tersaji. Pada waktu yang lain, ini menjadi satu yang harus aku selesaikan. Dialog aku dengan diriku lebih sering buntu, benarkah ini karma yang dulu kamu ucap tanpa ragu. “Kamu akan selalu mengingatku, walau beribu kisah baru coba menggantikan aku” dan benar katamu itu, aku selalu mengingatmu, lebih dari itu aku rindu.
Tapi rindu ini milik siapa? Sebab merindumu kini tak sekedar karma, ini lebih menjadi dosa. Kamu telah menikah dan beranak pinak, sedangkan aku? Aku hanya menjadi bagian yang hilang dari hidupmu, lalu terpaku pada bayang masa lalu. Aku seorang diri, mengintip dari sudut kemungkinan bahwa tiada lagi kemungkinan kamu hadir kembali. Pun pada puisi, hadirmu mengkhianati.
Malam tadi, kamu hadir di mimpiku. Senyum yang lama tidak hadir itu, sontak membangunkanku. Sial, aku belum sempat membalas senyummu.
Kauman, 29 Des 2017
Mudjirapontur

Instagram Feed Instagram Feed Instagram Feed Instagram Feed Instagram Feed Instagram Feed

Sapa Maya

More Stories
Doaku masih sama jadilah patuh untuk lelakimu