Pada sisi manusia, dengan perjalanan dan masa lalu yang mereka pernah cipta, kadang aku belajar. Pada wanita yang pernah ada, memberi rasa, berlipat ganda, lalu hari-hari adalah hari bersamanya, soal namanya, soal merindunya, soal masa depannya.
Tapi, sebab satu dua kehendak yang tak sama, wanita akan diam, memberi pertanyaan, tanpa mau mendengar jawaban, memaksa aku paham, tanpa mau tahu sepatah kata yang aku ucapkan. Ujungnya? Pergi. Sudah begini, aku yang salah? Aku yang tak peka? Aku yang tak paham?
Begitulah kita manusia, dan aku merasa sedih, mendengar keluh kesah temanku siang ini. Setidaknya kau merasakan cinta sobat, walau begitu jalan ceritanya.
14/12/2017
Mudjirapontur

Latest posts by ryanarirap (see all)
Instagram Feed Instagram Feed Instagram Feed Instagram Feed Instagram Feed Instagram Feed

Sapa Maya

More Stories
Pancasila Kopi Batik dan Kretek menyatu di Oktober