​Mencari alasan untuk Durian

Jika aku ditanya apa buah yang aku hindari bahkan baunya, jawabnya durian. Bagi mereka yang tidak suka durian, akan ada banyak alasan kenapa menghindari durian. Seperti ada banyak alasan untuk kamu menghindari aku, ea~. Tapi bagi aku, apa alasan yang tepat untuk aku menjawab ke tidak sukaanku kepada durian?
Durian, buah yang aduhai nikmat surga dunia. Buah yang memiliki kulit keras, dengan duri tajam yang senantiasa menjaga isi, lalu isi yang lembut, baunya yang khas, rasa tiada dua, ah nikmat mana lagi yang memabukkan seperti durian ini. Lupa gaji kalau durian sudah tersaji. Ya, dulu aku penggemar durian, mabuk durian berkali-kali telah aku alami, pernah pusing dan seketika pingsan saat festival durian, dan belum kapok. Tapi akhirnya lambat laun aku mulai tidak lagi suka durian, alasannya apa? Mungkin ada banyak alasan, saking banyaknya sampai aku perlu alasan untuk menyampaikan alasan tersebut.
Tahun 2014, adalah tahun di mana itu kali terakhir aku menikmati durian, sampai pingsan. Baik, itu adalah kenikmatan yang hqq, untung aku selamat tidak perlu di rawat di rumah sakit seperti salah seorang teman, hanya perlu menikmati pusing dan tiduran, lalu sehat dan tertawa kembali. Pun beberapa hari setelahnya aku masih membeli buah surga itu, tapi nafsu untuk menikmati kelembutan buah durian tiba-tiba hilang, mencium baunya membuat pusing, dan aku menjauh, lalu durian itu habis oleh kawanku, dan anehnya aku tidak protes.
2015 ketika musim durian kembali datang, aku pun mencoba mendekati pesta durian, dan lagi-lagi aku menjauh ketika buah itu sudah dibelah dan siap dinikmati seperti lagunya Jupe Belah Duren. Entah, aku belum tahu kenapa aku menjadi seperti alergi terhadap durian, bahkan baunya. Aku mencoba memaksa untuk memakan barang sebiji, tapi tak sanggup. Maka aku rasa aku sudah tidak lagi berjodoh dengan durian.
2016 festival durian aku lewati tanpa melirik sedikit pun. Kawan-kawan berburu durian aku tak lagi ikut, sebagian dari mereka paham aku tidak lagi mencintai durian, cinta kami telah kandas oleh sebab yang misterius.
Dan tahun ini, ketika sepanjang jalan pedagang buah musiman menjajakan durian yang begitu menggoda pejalan yang lalu lalang, aku acuh, bahkan menghindari sebab baunya. Aku tak suka bau durian. Entahlah. Makanan olahan yang memiliki aroma atau cita rasa durian pun aku tak suka. Ini ada apa sebenarnya?
Begitukah suka yang berlebih, cinta yang melewati batas, nafsu yang tak terbendung? Akan hilang begitu saja? Jika demikian, cukuplah terjadi pada durian, sebab segala perasaanku padamu biarkan terus tumbuh tanpa harus ada alasan, sebab alasan utamanya hanya doa, terkabulkah atau dikabulkan dalam bentuk dan cerita yang lain, semua akan indah seperti kalimat doa itu sendiri.
13 12 2017
Mudjirapontur

Instagram Feed Instagram Feed Instagram Feed Instagram Feed Instagram Feed Instagram Feed

Sapa Maya

More Stories
Puisi: Setahun sudah berlalu – mika