Puisi: di kota yang selalu setia memutar engkau tanpa jeda

Seperti hujan yang setia turun sepanjang tahun di kota ini
malam ini rintiknya mencipta harmoni
pada perpaduan banyak suara, dingin, hewan malam, dan sepi
Sama seperti kenangan yang mengendap diam-diam dalam kepala
datang, lalu bermunculan perlahan tanpa aba-aba
mencipta bentuk baru kerinduan dari banyak hal yang pernah ada
Hujan bagiku adalah kepingan yang menyempurnakan dimulainya kerinduan
tiada hujan, yang pernah tercipta menjadi hampa dicampakkan kenangan
aku berkali mencari tahu apa arti kedatangan kenangan, rindu, dan hujan
pada elegi, pada puisi, pada khayal, pada putus asa dan harapan
Ketika hujan datang, di kota yang selalu setia memutar engkau tanpa jeda
aku mencoba memainkan setiap rasa menjadi kata-kata
membaca berulang, lalu masuk meresapi tiap baitnya
soal air mata, jangan kau tanya lagi entah ia menjadi apa
Dan malam ini, pada hujan dan rintik harmoni
aku kembali,
kembali menuang setiap rasa, pada setiap masa yang melintas manja meminta air mata
kau tahu, setiap tetesnya, bersama hujan, aku bahagia
merangkai kata, pada kata-kata yang kehilangan induk kalimatnya.
Wonosobo 6 November 2017
Mudjirapontur

Instagram Feed Instagram Feed Instagram Feed Instagram Feed Instagram Feed Instagram Feed

Sapa Maya

More Stories
Memuisikan.id Sebaiknya kamu diam saja
Sebaiknya kamu diam saja