Puisi: keberlangsungan

Sebagai pengelana kolong langit, tugas kita tak jauh beda. Menjalani keberlangsungan.
sejak awal mula cerita sudah demikian, pada Adam juga Hawa, pada keduanya dipisahkan lalu kesepian.
Langkah-langkah kecil, pada kaki yang menghitung tahun berganti
aku tak tahu tepatnya, bisa beratus, bisa beribu, atau bisa hingga saat ini dan entah kapan nanti
soal kerinduan Adam dan Hawa akan terus ada dan berlipat ganda, tiada terganti
usai? kelak ketika semua kembali.
Maka, jika aku masih saja kolot menantimu,
ini bukan soal egoku semata.
sebab aku tahu persis akan ada rasa yang kelak menggerakanmu, walau kesal.
Tapi dalam doa aku selalu mencuri ketetapan Tuhan,
aku selalu berandai dalam harap,
“bisakah sedikit dia melangkahkan kaki,
menyapa ruang rindu, mengerti tentang penantian yang menyiksa sepanjang jalan”
Tuhan, padamu segala rasa dan keberlangsungan.
29 Oktober 2017
Mudjirapontur

Instagram Feed Instagram Feed Instagram Feed Instagram Feed Instagram Feed Instagram Feed

Sapa Maya

More Stories
Legs from the grass, upside down
How to use post formats with Modern theme?