Puisi; kewarasan masa lalu

Aku adalah kesendirian yang meninggalkan jejak langkah pada saksi setiap kenangan, pun demikian kau tetap abai pada segala yang coba aku bersihkan.
Soal masalaluku, benarkah kau mau hidup dan membusuk bersamanya.
Pada setiap percakapan yang kau coba ungkit lagi tiada habisnya.
Kau tahu, setiap kesadaran yang lahir detik demi detik hidupku kini, adalah sebab kau sudi menemani,
lantas masihkah ada kesempatan aku untuk pergi, mencari selirmu ketika jenuh menyelimuti.
Padamu dek, segala yang pernah dan sudah biarkan musnah,
kini berlangsung adalah kita, enyah segala curiga biar jadi sampah,
Ingat dek; Jika waras adalah kesadaran terbaik untuk menduakanmu, langkah kakiku cukuplah sampai beranda gilamu.
Yogyakarta Oktober 2017
Mudjirapontur

Latest posts by ryanarirap (see all)
Instagram Feed Instagram Feed Instagram Feed Instagram Feed Instagram Feed Instagram Feed

Sapa Maya

More Stories
Puisi: kala hujan lagi