Puisi Mbeling: ehKTP

Listrik
naik, naik kepucak harga
tinggi, tinggi sekali
ini sudah tahun ke tiga
listrik tidak terbeli
kiri kanan kulihat saja
tetangga nekat nonton tivi
begitulah di negeri ini,
tak makan tak apa asal ada tivi
Bupati
berganti lima tahun sekali
jadi lelaki pun dipanggil bupati
kapan ada pakpati
jika terus begini
sudahi saja, kita mah apa
hanya eceran suara
setiap lima, ada tambah uang blanja
mari kita berdoa bersama
semoga cepat diminta suara
Ditolak
sakit hati karena cinta itu biasa
ditolak cari lagi itu kata kuncinya
tapi jika, sang jendral kita
tak sopan itu namanya
entah bagaimana sakit hatinya
rakyat geram ambil suara
caci maki si adi kuasa
tapi tepap saja, ah ditolak itu biasa
Peri
ada peri di malam hari
sudah siang ia mati
datang malam hidup lagi
ini peri ada di bumi
tak kuat terik matahari
panas sedikit jadi sakit
sakit sedikit jadi panas
ini peri ada di bumi
peribumi namanya
ehKtp
sudah setahun belum jadi
dipaksa untuk rekam lagi
sudah rekam menunggu lagi
sampai lupa pun belum jadi
ini rakyat ingin diakui
didata biar rapi
tapi sampai hari ini
kok belum jadi,
kata tetangga dikorupsi
bilang saja tak siap dapat warga macam aku ini.
26 Oktober 2017
Mudjirapontur

Fyi Ma Love

PUISI MBELIN


Puisi mbeling adalah bentuk puisi yang tidak mengikuti aturan. Aturan puisi yang dimaksud ialah ketentuan-ketentuan yang umum berlaku dalam puisi. Puisi ini muncul pertama kali dalam majalah Aktuil yang menyediakan lembar khusus untuk menampung sajak, dan oleh pengasuhnya yaitu Remy Silado, lembar tersebut diberi nama β€œPuisi Mbeling”. Kata-kata dalam puisi mbeling tidak perlu dipilih-pilih lagi. Dasar puisi mbeling adalah main-main. Puisi mbeling berciri mengutamakan unsur kelakar; pengarang memanfaatkan semua unsur puisi berupa bunyi, rima, irama, pilihan kata dan tipografi untuk mencapai efek kelakar tanpa ada maksud lain yang disembunyikan (tersirat).

Latest posts by ryanarirap (see all)
Instagram Feed Instagram Feed Instagram Feed Instagram Feed Instagram Feed Instagram Feed

Sapa Maya

More Stories
Hari bersamamu