Puisi Mbeling: kucing kawin

Kucing Kawin
Para kucing menari di pinggiran jalan,
palang kreta turun pelan, suara wanita dari toa berhamburan,
para kucing pergi, gagal menari, kawin pun tak jadi.
Paku dan Palu
Deg, klotek, dug dug dug dug.
Bilang sejoli tapi suka main pukul,
buat aku mancep, kadang bengkok,
dari pada bengkok di buang.
antarkan saja aku ke rumah sakit,
dan kau ke penjara.
Keset
Aku yang kena marah, bukan sampah
bau ini bau dari juraganmu, dasar hidung
perhatikan tiap kali dia datang,
kaki basah, kuku cantengan, kutu air,
sesuka hati menggilas aku, lalu bau, aku yang kena marah.
Toilet
Lebih setia mana aku atau istrimu?
tak sekali aku menolak semburanmu
tak sekali aku menutup lubangku
tak pernah mengeluh akan hasratmu
kau keburu, tak kau siram aku, jadi bau
masih kau caci maki aku
itu bau anakmu kau tahu?
Kina
Dari pada aku beli swallow nanti melo kaya orang korea
sudah ku beli Kina saja, harga sama, fungsi sama, warna ada yang sama
dan sama-sama bisa ditukar lebih baik di hari jumat
Penyalur
Kalau aku penyair aku akan menulis senja
tapi aku penyalur maka aku tulis kerja
orang bisa damai karena kata-kata
tapi apa bisa tahan perut agar tak meronta
sudah ikut aku saja, sudah kutulis kerja
siap menyalurkan sampai ke saudi arabia
jadi tki, gajinya buat naik haji.
24 Oktobet 2017
Mudjirpontur
Enam puisi di atas adalah puisi yang baru saja lahir, tepat ketika bangun tidur dan akhirnya sampai wordpress. Aku mulai tertarik dengan Puisi Mbeling, ingin sekali mempelajari walau revrensinya bisa dikata masih sulit ditemukan.

Puisi mbelingSunting

Puisi mbeling adalah bentuk puisi yang tidak mengikuti aturan. Aturan puisi yang dimaksud ialah ketentuan-ketentuan yang umum berlaku dalam puisi. Puisi ini muncul pertama kali dalam majalah Aktuil yang menyediakan lembar khusus untuk menampung sajak, dan oleh pengasuhnya yaitu Remy Silado, lembar tersebut diberi nama “Puisi Mbeling”. Kata-kata dalam puisi mbeling tidak perlu dipilih-pilih lagi. Dasar puisi mbeling adalah main-main. Puisi mbeling berciri mengutamakan unsur kelakar; pengarang memanfaatkan semua unsur puisi berupa bunyi, rima, irama, pilihan kata dan tipografi untuk mencapai efek kelakar tanpa ada maksud lain yang disembunyikan (tersirat).

Instagram Feed Instagram Feed Instagram Feed Instagram Feed Instagram Feed Instagram Feed

Sapa Maya

More Stories
Arko jadilah apa saja yang penting bahagia.