Kita seumpama yang tak lagi butuh perumpamaan

Kau tahu betapa sakitnya ketika setiap perumpamaan mulai kau cipta. Tapi aku selalu betah berlama-lama dengan segala umpama. Belum siapkah kita beranjak lalu menata umpama dalam nyata. Kau, aku tak tahu jawabnya.
Baiklah sudah. Kita seumpama yang tak lagi butuh perumpamaan. Jalani saja segala yang tersaji dalam kenyataan. Minggir sebentar, ke kiri lalu kekanan. Merasa aman kembali ketengah dan lanjutkan perjalanan. Tanpa perumpamaan, terus berjalan.
Seumpama dan seumpama yang mengunung itu, akhirnya menjadi hantu, sampai kita berada dalam jalan buntu, sedang mereka telah berlari memunggungi aku dan kamu. Pun kita masih hendak seumpama kita tak mengumpamakan terlalu lama, kita telah sejajar berjalan bersama mereka, tapi ah sudahlah jangan mencoba seumpama, jalani saja.
Yogyakarta 20 Oktober 2017
Mudjirapontur

Instagram Feed Instagram Feed Instagram Feed Instagram Feed Instagram Feed Instagram Feed

Sapa Maya

More Stories
Pre Order Buku Kumpulan Puisi Pertama Memuisikan