Memilihkan telepon genggam yang cocok untuk Ibu


Sudah satu minggu telepon genggam (HP) Ibu rusak. Awalnya volume suara menjadi begitu kecil, sehingga ketika menerima panggilan masuk Ibu kesulitan menerima suara lawan bicaranya. Kemudian Abangku mencoba membawa ke tempat servis HP, satu hari jadi. HP Ibu kembali normal, aku bisa kembali berbincang via telepon dengan Ibu. Tapi hanya selang tiga hari HP itu kambuh kembali, kali ini Ibu bisa menerima suara dari luar tapi suara Ibu tidak terkirim ke luar. Awalnya Ibu menelepon lalu lama aku tidak mendengar suara Ibu, aku coba telepon balik dan masih sama. Ketika dicek Abangku kesimpulannya mic kemungkinan rusak.
Baiklah, ini sudah terlalu sering HP Ibu bermasalah, mulai dari layar sentuhnya, sulit sinyal, suara dan terakhir mic, aku harus bisa membujuk Ibu untuk mau berganti HP. Bukan perkara mudah bagi Ibu untuk berganti HP, beliau harus belajar dari awal lagi, maka selama ini Ibu selalu menolak berganti HP. Ketika aku menelepon Abangku dan kemudian berbicara dengan Ibu, beliau sepakat berganti HP dengan syarat mendapat HP dengan tipe yang sama persis dengan HP sebelumnya. Mampus pikirku, di mana aku bisa mendapatkan HP Nokia tipe milik Ibu itu.
Ketika aku coba cari di situs online dan tidak ada. Aku kembali menelepon Ibu melalui Abangku, aku membujuk agar mau berganti tipe. Ibu setuju, syaratnya HP layar sentuh, dan ada keyboard fisik tipe T9. Okey akan aku cari. Kemudian aku cari kembali dan nihil, rata-rata keyboard fisik sudah QWERTY, sangat sulit mencari layar sentuh dengan keyboard T9.
Akhirnya aku nekat mencarikan HP untuk Ibu dengan tipe yang jauh dari keinginan Ibu. HP itu adalah Lenovo Vibe A. Pikirku HP itu cocok untuk Ibu, layarnya tidak terlalu besar, genggamannya nyaman, dan fiturnya masih ramah untuk Ibu. Aku hanya perlu menginstal Whatsapp saja dan menonaktifkan aplikasi bawaan yang tidak perlu, sebab Ibu mulai ingin punya Whatsapp agar bisa video call denganku atau dengan adik angkatku yang sebentar lagi akan menghadirkan cucu untuk Ibu.
Vibe A sudah memiliki kamera depan yang bisa memberikan fitur video call yang Ibu inginkan, dan tentu saja harganya masih terjangkau untuk ukuran kantongku yang sedang diperketat pengeluarannya. HP Ibu sebelumnya tidak memiliki kamera depan, sehingga ketika melakukan video call dengan Whatsapp Ibu hanya memandangi wajah anak-anaknya yang dibuat setegar mungkin di tanah rantau, agar tidak banyak pertanyaan dari Ibu.
Ketika hari Sabtu kemarin aku pulang dan menunjukkan HP Vibe A untuk Ibu, beliau langsung protes “Mana tombolnya, kok nggak ada? Ibu nggak mau, nggak bisa kalau sentuh semua” …dearr,,, aku kembali merayu. Aku yakinkan Ibu bisa dalam sehari dua hari berlatih. “Nokia yang Ibu mau nak bukan HP kayak gini” lanjut Ibu. Aku masih meyakinkan Ibu bisa. Lalu berlahan Ibu mulai mencoba membuka-buka Vibe A itu. Mencoba mengetik, ya awalnya QWERTY dan Ibu langsung pusing, maka aku pasang keyboard T9 dan Ibu mulai senang, mulai belajar mengetik.
Sudah dua hari Ibu belajar mengetik dengan Keyboard T9. Dan mulai terbiasa. Persoalan Ibu memang hanya mengetik, bagi Ibu njelimet mengetik di layar sentuh.
“Bukankah Ibu juga jarang SMS atau Chat WA? Ibu lebih suka telepon atau video call” aku mencoba bertanya, untuk meyakinkan Ibu agar tidak kawatir soal kesulitan mengetik di layar sentuh Vibe A itu.
“Ibu mau main Facebook” begitu jawab Ibu dengan sumringah, ealah pikirku mau mainan Facebook ternyata. Seketika aku bilang ke Ibu “jangan mainan Facebook bu, iuranya mahal mending buat arisan” Ibu manggut-manggut bingung. “Emang iuran bikin facebook berapa perbulan nak?” Ibu bertanya dengan polos. ” Mahal Bu, saya aja nggak punya facebook wong mahal banget mending buat bayar kos” aku menjawab dengan menekankan kata mahal. “Ibu kira gratis kaya WA, kalau bayar Ibu nggak jadi punya Facebook” Jawab Ibu lesu. Aku tertawa, Ibu tak lama ikut tertawa dan merasa nyaman dengan HP barunya.
Ibu saya memang tidak berurusan dengan tagihan paket data internet, karena saya yang mengisi setiap bulannya, dan beliau tidak tahu kalau WA memerlukan koneksi internet, itu yang membuat ibu jatuh cinta dengan WA, gratis tanpa pulsa.
Wonosobo, 15 Oktober 2017
Mudjirapontur

Latest posts by ryanarirap (see all)
Instagram Feed Instagram Feed Instagram Feed Instagram Feed Instagram Feed Instagram Feed

Sapa Maya

More Stories
Gembala Waktu - Aliyudin Faranheit
Gembala Waktu – Aliyudin Faranheit