Puisi: di lalaya aku berkelana

Gerimis pagi tadi kembali datang, menjelang siang yang habis dan senja masih menggantung tipis. Ada rindu jika kau tahu, pada ritme tinggi rendah air tercurah, manis aku rasa begitu romantis jika kita bersua segera.
Di lalaya aku berkelana ke entah berantah, menyapa setiap pasang mata dalam maya, berbagi suka pada tombol jempol lalu bersua dalam ruang teks tanpa suara. Dalam ruang maya ada ketertarikan yang agung, tapi aku linglung, tertawa dan merana.
Dalam ingatan yang sepenggal mulai naik, bersama gerimis dan senja yang menunggu, aku berdoa untukmu. Semoga saja kelak akan ada sua yang nyata, duduk bersebelahan bersama secangkir teh, dan obrolan remeh temeh, menunggu senja.
Yogyakarta 17 Oktober 2017
Mudjirapontur

Instagram Feed Instagram Feed Instagram Feed Instagram Feed Instagram Feed Instagram Feed

Sapa Maya

More Stories
Cerita Kemarin; dari tas tertinggal sampai motor mogok tanpa alasan