Puisi: Mawar Plastik

Belum kering basah hujan
panas sudah membakar
rasanya sudah gelap
tapi kersang masih terlihat
Warna hijau seperti apa
lupa rasa, pohon wujudnya
beton tumbuh subur
besi berdaun lampu warna-warni
Pot depan rumah
hanya itu sisa tanah
rasa memang benar
bumi berselimut aspal
Anak kecil bertanya
di mana ia akan menanam
bunga mawar plastik
made in China bertulis di tangakainya
Aku tersenyum
malu.
tak mampu menjawab
tak mampu menahan
bumi dari kehancuran
Mudjirapontur
Dalam Kumpulan Puisi: Kartu Mimpi Samalona

Instagram Feed Instagram Feed Instagram Feed Instagram Feed Instagram Feed Instagram Feed

Sapa Maya

More Stories
Waktuku bersama Ibu