Pancasila Kopi Batik dan Kretek menyatu di Oktober


Hai, sudah hari keempat aja nih. Bagaimana Oktober kawan-kawan? Sudah menyeduh kopi? Memakai batik? Mengerti kretek sebagai warisan budaya? Dan yang pastinya masih hafal Pancasila? Ya Oktober minggu pertama banyak sekali hari yang kita peringati. Mulai dari Hari Kesaktian Pancasila 1 Oktober, Hari Kopi Internasional 1 Oktober, Hari Batik Nasional 2 Oktober dan Hari Kretek Nasional 3 Oktober. Dan yang jangan dilupakan untuk diikuti adalah Hari Giveaway: Giveaway Time! Oktober Multikultur dalam Pancasila ikutan ya!
Ada yang sudah tahu kalau 3 Oktober kemarin adalah hari kretek nasional? Tahun lalu saya turut merayakan di Wonosobo, dengan ngelinting bareng petani tembakau. Tahun ini saya absen, tidak mendapat update perayaan hari kretek di Jogja. Bisa jadi sebab saya terlalu menikmati 10.000 cup kopi di Festival Kopi Malioboro Coffe Night.
Kembali kepada 3 Oktober sebagai Hari Kretek Nasional. Sejauh pengetahuan saya tanggal ini dipilih sebagai hari besar kretek nasional karena banyak hal, salah satunya adalah keberadaan Museum Kretek di Kudus, Jawa Tengah. Museum ini didirikan dan diresmikan oleh Gubernur Jawa Tengah masa itu Soepardjo Roestam, pada tanggal 3 Oktober 1986. Pembuatan museum kretek sebagai penghargaan atas daya cipta, karena kretek adalah ciptaan anak bangsa yaitu Haji Djamhari. Selain itu kretek juga telah banyak memberikan kontribusi bagi perekonomian daerah Kudus di mana museum itu didirikan, serta perekonomian Indonesia secara umum.
“Digagas dan diresmikan oleh pemerintah, tentunya adalah sebuah bentuk pengakuan pemerintah atau negara atas kretek ataupun atas museum kretek. Museum kretek menjadi sebuah simbol dan prasasti yang dibangun oleh negara untuk memberikan penanda bagi masyarakat luas dan juga generasi penerus bangsa ini, bahwasanya kretek mempunyai peranan yang besar dalam membangun negeri ini.” Komunitas Kretek Indonesia.
Penemuan kretek oleh Haji Djamhari adalah satu temuan kebudayaan. Kebudayaan leluhur yang kemudian diwariskan turun temurun sampai pada generasi sekarang.  Keberadaan kretek sebagai sebuah produk secara jelas memberikan andil bagi perekonomian petani tembakau dan petani cengkeh. Selain itu juga menciptakan lapangan kerja di industri kretek, lebih lagi menciptakan sebuah rantai ekonomi dari setiap elemen yang saling berhubungan dan membutuhkan dalam produksi rokok. Bagi negara, tentu saja kretek memberi andil yang cukup besar menyumbangkan cukai yang angkanya sampai ratusan triliun setiap tahunnya.
Mas An, kawan saya pernah melakukan riset tentang kretek di Indonesia. Temuannya membuat saya mangut-mangut, banyak sekali komponen dan kepentingan yang terlibat dalam industri kretek. Lebih lagi ketika riset dia tentang tembakau, membuat saya ciut untuk berkata kretek membunuhmu, seperti halnya kenangan mantan.
Kembali lagi pada 3 Oktober sebagai Hari Kretek Nasional.  Dibalik semua kontroversi tentang rokok yang bergulir selama ini, akan tetap menyenangkan kiranya ketika saya tetap berada pada barisan yang mensyukuri kretek sebagai warisan budaya nusantara. Juga tidak menjadi berlebihan ketika kita bersama-sama memberikan satu hari yang kita persembahkan kepada kretek dengan segala kontribusi dan perannya. Seperti kita telah menetapkan berbagai hari perayaan pada orang, keagamaan atau produk budaya yang telah tumbuh berkembang dan memberikan andil bagi nusantara.
Maka Oktober Pancasila, bhineka tunggal ika, meminum kopi nusantara, bermotif satu batik jua. Sebagai penghargaan untuk kretek saya mengucapkan selamat Hari Kretek Nasional kepada negeri ini, kepada Haji Djamhari yang melalui daya cipta dan kreasi kretek tercipta, kepada masyarakat Indonesia secara luas. Terima kasih Kretek.
Selamat Hari Kretek Nasional.
Mudjirapontur

Instagram Feed Instagram Feed Instagram Feed Instagram Feed Instagram Feed Instagram Feed

Sapa Maya

More Stories
Salam dari Wanti