Puisi: morgana


Dalam bayang-bayang, engkau menari begitu indah, lalu engkau membakar diri.
Aku tak mengerti, mengapa begini.
Terus dan terus, engkau menari, berteman api, menginjak bumi, lalu terbang kembali.
Tak ku tahu, letak nyatamu. Selalu salah aku menggapaimu.
bagaimana aku bisa menyentuhmu, sedang berulang kau mengecoh dekapanku.
lenggak-lenggok kau berlari, mencipta bias, meraya medium, rapat renggang pada optik, hadir ilusi.
aku lelah, di pinggiran hanya bisa bersandar dan menyaksikanmu terus menari, meramu cahaya, membakar diri, menjadi dua kau menari.
dan kau menikmati menjadi api, di atas gedung, di dinding candi, hamparan gurun, air laut, gunung, aspal yang kulalui, juga bak mandi. Kau menari. Aku pusing sekali, setiap hari tetap kunanti kau menari.
Mudjirapontur
Dalam Kumpulan Puisi: Kartu Mimpi Samalona

Latest posts by ryanarirap (see all)
Instagram Feed Instagram Feed Instagram Feed Instagram Feed Instagram Feed Instagram Feed

Sapa Maya

More Stories
Rentetan Waktu Perihal Kehilangan
Rentetan Waktu Perihal Kehilangan