Puisi: siklus


​Seperti siang. Pada panas dan terik.
Menghangatkanmu. Memuai aku bersamamu.
Terbang. melayang tinggi, aku dan kamu menyatu.
Kita berlarian. Berteman angin, dihembus mesra, lembut putihmu merayuku. Jadikan aku dan kamu kelabu.
Berkumpul kita dalam butiran silau, cipta teduh, merupa awan.
Lalu mendung. Lalu hujan.
Berdua kita kembali basah tanpa kesedihan.
Begitulah. Terus berulang, proses yang panjang, entah sampai kapan. Aku dan kamu benar menyatu.
Tapi kau lelah.
Aku…
tak mengerti, terik siang ini
merindumu lagi, merindumu lagi
tapi, hujan entah di mana aku tak kenali.
Mungkinkah esok.
kau akan datang, mengajakku lagi
berteman terik, memuai lagi
terbang melayang sampai kelabu
merupa awan, lalu hujan.
sekali lagi kita ulangi
Mudjirapontur
Dalam Kumpulan Puisi: Kartu Mimpi Samalona

Latest posts by ryanarirap (see all)
Instagram Feed Instagram Feed Instagram Feed Instagram Feed Instagram Feed Instagram Feed

Sapa Maya

More Stories
Cita-cita sederhana