Puisi: Badut Tuan Roda


Badut Tuan Roda
Pongah, gagah berdiri
lirikan tajam kebencian
tembus angin kuda besi
rupiah ganas jadi saksi
Panas aspal curah baru memuai
mata setan gentayangan
garis putih belum terlihat
ketimpangan sudah berkibar
Aku duduk di antara banyak aku
melihat lucu badut jalanan
seragam rapi kepalsuan
kala kulihat menjelma setan
Aku ngilu dibuatnya
menahan tawa sampai ke mata
badut itu lapar rupanya
roda sentuh garis marka
uang paksa bicara
Si muka garang datang
minta jatah rupiah jalan
bagi-bagi hasil tambahan.
Tuan roda silakan pergi
mukanya masam menahan benci
Mudjirapontur
Dalam Kumpulan Puisi: Kartu Mimpi Samalona

Latest posts by ryanarirap (see all)
Instagram Feed Instagram Feed Instagram Feed Instagram Feed Instagram Feed Instagram Feed

Sapa Maya

More Stories
Puisi: seluruh aku menunggumu