Puisi: Wanti menari

Sudah lama sekali sejak terakhir kali aku melihatmu menari.
Yang lama sekali itu selalu ingin aku ulangi sekali lagi.
Wanti malam ini aku ingin melihat kau menari, tak sekadar di kepalaku.
Seperti embun setelah malam kudus
dalam doa yang tak ingin menjadi putus
mungkinkah inginku berjalan mulus
menikmati lentik jarimu dengan serius.
Wanti menarilah sekali lagi dan lagi
“sebab cinta yang tumbuh subur ini bermula dari kau menari”
di kepalaku, di suap nasiku, pada puisi, segelas kopi malam juga pagi.
Wanti menari, begitulah aku ingin sekali lagi dan lagi.
Wonosobo 15 September 2016
Mudjirapontur

Instagram Feed Instagram Feed Instagram Feed Instagram Feed Instagram Feed Instagram Feed

Sapa Maya

More Stories
Kampung Buku Jogja, Acara Tahunan Insan Buku, Mari BerkumpulΒ Kembali cek jadwal ya!