Mungkin aku cemburu


Ada pertemuan yang tidak ingin, sama seperti rindu yang tak diundang. Keduanya bisa terjadi dalam waktu yang tidak tepat bagi kita. Tapi bisakah kita menolak begitu saja, terkadang tidak.
Kalau aku telah lama merindukanmu dan tiba-tiba dipertemukan olehmu. Tetapi aku menjadi kaku, gugup, dan ingin segera pergi menjauh dari keberadaanmu. Apakah sebenarnya aku ini benar-benar merindumu? Dengan segala ingin menatap matamu?
Wajarnya aku senang, bisa dalam jarak yang bisa dikata begitu dekat denganmu, tapi nyatanya aku ketakutan. Setiap gerakmu seperti sebuah sambaran yang siap menghancurkan keberadaanku, walau aku tahu kau tidak menyadari keberadaanku.
Aku hanya bisa menulis namamu dan segala tentangmu. Dalam kenyataan aku tidak berbuat apa-apa. Bisakah yang seperti ini disebut sebagai perjuangan? Benarkah yang seperti ini itu bernama cinta?
Mungkinkah sebab aku cemburu sehingga ketakutanku menatapmu naik lebih dari biasanya. Sebuah tatapan dari kejauhan yang tidak kau sengaja ke arahku, tahukah itu sudah sangat meluluhlantahkan imajinasiku. Tapi pria itu? Benarkan ia sengaja dipertemukan denganmu, dalam jarak pandang yang aku bisa dengan jelas melihat detail gerak bibir percakapan kalian.
Bagaimana perasaan pria itu yang begitu tenang berbalas tatap denganmu, juga bagaimana perasaanmu. Masihkah suatu saat nanti aku bisa bertatap mata denganmu, dalam jarak yang saling bertukar hembusan nafas seperti lelaki itu? Pertanyaan kemudian bisakah aku setenang lelaki itu?
Yogyakarta 13 September 2017 12:03
Mudjirapontur

Latest posts by ryanarirap (see all)
Instagram Feed Instagram Feed Instagram Feed Instagram Feed Instagram Feed Instagram Feed

Sapa Maya

More Stories
Doaku masih sama jadilah patuh untuk lelakimu