Puisi: di suatu senja nanti


Bisa saja pada suatu senja nanti tiba-tiba kau menyapaku
Lalu aku hanya bisa diam dan mengalihkan pandanganku
Kemudian kau lunturkan senyum dan berlalu menjauh
Merasa risih, menganggap aku pria yang acuh
Tapi apakah kau tahu, berapa lama aku menunggu sekadar bayanganmu
Berapa detak jantung yang kubiarkan berantakan setiap kau melintas dijarak pandangmu
Tapi mengapa ku ingin kau tahu, sedang aku takut jika kau tahu
Seumpama bunga aku ingin menyiramimu setiap pagi dan petangku
Seumpama kumbang aku ingin menjaga segar manis madumu
Tapi masihkah cinta butuh perumpamaan?
Ketika segala tak ingin aku umumkan
Sebab aku hanya bisa memantaskan diriku
Bukan padamu dalam pandang mata lahirmu
Tapi pada entah yang aku tak tahu apa itu
Jauh tapi dekat, tinggi tapi ada di sini. Wanti.
Yogyakarta 11 September 2017 15:27
Mudjirapontur

Instagram Feed Instagram Feed Instagram Feed Instagram Feed Instagram Feed Instagram Feed

Sapa Maya

More Stories
memuisikan puisi Aksaramu suaraku
Puisi: Aksaraku Suaramu – Musa