Puisi: ritual rindu


Menanti pada siang gersang gusar menghampiri
Roda melaju sesak antre pada semerbak aspal meracuni
juga bau keringat penumpang sebelah kiri
Masih berapa kilo lagi aku bisa menghirup wangimu Wanti?
Sedang rinduku sudah jauh berkelana sejak pagi
Seperti hari sebelum hari ini, rindu kerap kali mengkhianati
Sekadar ingin melihatmu datang dan pergi mengikuti matahari
Ku kata sudah pada hati yang resah, tapi begitulah lelaki yang payah
Tak mampu aku bendung gelombang pembangkangan penuh gairah
Pemberhentian roda selanjutnya, aku mengalah turun pada pertigaan alamatmu
Harap cemas dalam doa semoga kau belum berlalu agar usai ritual rinduku
10 September 2017
Wonosobo – Magelang – Yogyakarta
Mudjirapontur


Instagram Feed Instagram Feed Instagram Feed Instagram Feed Instagram Feed Instagram Feed

Sapa Maya

More Stories
Dialog takut dan berani