Cita-cita sederhana


Seminggu setelah kelahiranku
Kakak ku yang kegirangan
Berujar “lumayan adi ku lanang bisa ngo layan ngraji”
Itu adalah cita-citanya yang sederhana menjadi tukang kayu
Cita-cita yang di ucap kala berumur lima tahun itu
Tak sekali ia lupa
Pun sampai saat ini ketika anak lelakinya genap berumur tiga tahun
Setahun yang lalu aku bertemu kakak ku sepulang dari tanah rantau
Kami selalu mencipta waktu terbaik
Untuk ngobrol soal apa saja
Ia berkata lirih
“Aku ingin menjadi petani”
“Kenapa?”
“Sebab tukang kayu sudah jadi presiden”
Kami tertawa
Pun tak hanya lelucon tukang kayu jadi presiden
Kakak ku menyadari
Adik lelakinya tak bisa memotong kayu dengan lurus
“Pena sudah jadi alat hidupmu” ucapnya serius.
“Tapi jangan kau coba buat puisi, cerpen, apa lagi novel!”
“Kenapa?” tanyaku heran
“Penulis tak ada uangnya” dia tertawa sejadi-jadinya.
Ada benarnya pikirku ikut tertawa.
Percakapan 2016
Mudjirapontur

Latest posts by ryanarirap (see all)
Instagram Feed Instagram Feed Instagram Feed Instagram Feed Instagram Feed Instagram Feed

Sapa Maya

More Stories
Duh Mas Deloken Kae Ibumu Pie Meh dadi besan Nek malah Podo Rebutan Lengkuas Neng Mantenan