Puisi : Nyayian sunyi

Nyanyian sunyi, hanya getar mengantar lirih bunyi
Sederet cerita telah abadi, kenangan tertinggal di bumi
Ini begitu manis dan pilu tak terkirakan
Kepergian menjadi tangis menuju alam keabadian
Dan aku di sana, merapal doa bersama barisan nisan

Sahabatku, tiada yang menjadi abadi di bumi
Sebab segala cerita telah tergaris rapi untuk kembali
Semua upaya sudah purna kita jalani
Hanya rapal doa, kini yang bisa menerangi

Tak aku tolak segala sedih, tangis dan air mata mu
Aku merasa segala yang telah menyatu dalam kehilanganmu
Namun yang telah kau tulis akan terus berjalan
Kau tiada pilihan untuk sekedar rehat sejenak ditepian

Sahabatku, begitu besar segala cintamu pada ibu
Aku banyak belajar dari setiap baktimu
Pada segala waktu dan hidup yang telah kau curahkan
Pada segala kasih dan cinta yang kau berikan

Sahabku, aku tak bisa lagi mengira segala kebaikan dan baktimu
Maka, segala ikhlas dan doa kini yang menjadi jalanmu
Sebab setiap kepulangan adalah keabadian sejati
Dan segala kenangan biar ia menjadi pengingat hidup di bumi

Sepulang pemakaman | Pakuncen Yogyakarta
26 Agustus 2017
Mudjirapontur

Instagram Feed Instagram Feed Instagram Feed Instagram Feed Instagram Feed Instagram Feed

Sapa Maya

More Stories
Puisi: kala hujan