Puisi: aku malu

Ada bayang tergesa di balik jendela
Pada celah sempit berhimpit mencari suara
Sujudkah itu, lamat aku mendengar doa
Mursalkah itu, lamat aku mendengar tanya
Tak yakin keduanya, aku curiga

Ah ini hanya pagi yang terlambat
Sebaiknya aku bergegas melesat
Sebelum imajinasiku tersesat
Dan bayang tergesa menjadi khianat

Tapi kenapa aku harus terlambat
Sedang bayang itu membuat aku sempat
Tapi kenapa tergesa dan khianat
Sedang segala pandang menjadikan erat

Ah, rupanya aku keliru
Kamu itu bukankah aku
Ya, aku itu adalah kamu
Bukankah kau bayanganku

Belum lagi ku sempat sudahi tanyamu
Silau lebih dulu menyapa amarahku
Ah, cermin aku malu.

24 Agustus 2017
Mudjirapontur

Latest posts by ryanarirap (see all)
Instagram Feed Instagram Feed Instagram Feed Instagram Feed Instagram Feed Instagram Feed

Sapa Maya

More Stories
Memilihkan telepon genggam yang cocok untuk Ibu