Obrolin: Libera Kembali Bersua

Libera, begitu temanku menamai tempat itu dan aku setuju. Sempat ada perdebatan sebelum aku setuju, tapi nyatanya aku suka kata “libera” dalam pelafalannya.

Libera adalah sebuah warung kopi kecil yang aku dan temanku coba bangun. Ia menjadi ada sebab pertemuanku dengan temanku yang sama-sama sedang tidak mendapat tempat untuk kongko. Maka lahirlah Libera. Sebuah garasi mobil yang akhirnya disulap sedemikian rupa, dengn mini bar dan rak-rak buku.

Kau boleh bersua ke Libera, sekadar menikmati kopi, ngobrol, diskusi, membaca buku, membaca puisi atau menitipkan buku mu untuk dibaca kawan yang lain. Di Libera kau bebas boleh melakukan apa saja, sebab aku tahu kau sudah dewasa mengerti mana yang baik dan tidak. Iya kan?

Sudah dua bulan berlalu, sejak kepergian itu. Tentu saja tidak persis dalam hitungan hari. Hanya ku kira-kira saja demikian. Anggap saja tepat.

Aku pulang kembali ke Jogja, setelah berkelana di rimba raya Ibu Kota. Libera sedang tertidur pulas, sudah dua bulan ia tak menjalankan fungsinya; melayani jiwa-jiwa yang ingin bersua.

Aku dengan kesibukanku sekarang, begitu juga dengan temanku. Kami memutuskan untuk merehatkan sejenak Libera dengan tetap membuka pintu kepada siapa yang ingin datang walau tak bisa kami suguhi barang secangkir kopi.

Pagi ini, aku merasa sudah perlu membangunkan Libera, tentu tidaklah sopan sebab ini hari Minggu, tapi hasrat bersua tak lagi tahan untuk menunggu.

Buku-buku sudah rindu jamahan tangan, sebelum ia berdebu. Kursi-kursi sudah bosan sendiri tanpa ada yang menduduki, begitu juga gelas-gelas yang tak lagi tahan melepaskan dahaga, dan kecup manis bibir yang lembut menyentuhnya.

Aku belum tahu begitu juga temanku, siapa yang akan kami percaya untuk menjaga Libera agar siap kembali bangun dan menjalankan fungsinya. Tapi sebab menunggu adalah sesuatu yang membuat aku dan kamu sering cemburu, maka segala kemungkinan akan aku buat demi kamu, buku, kursi, meja dan gelas kaca itu.

Ya, doakan saja. Dan kita kembali bersua.

Sebab ku beri satu rahasia tentang Libera, di sana telah banyak cinta dipertemukan dan bermuara dalam bait-bait cerita. Sudah banyak sekali jiwa menemukan makna hidupnya, seperti ketika Adam akhirnya berjumpa Hawa.

Aku tak tahu, namun aku yakin memulai hari ini esok dan esok lagi, cinta lokasi akan kembali bersemi di sini. Percayalah. Kalau kau tak percaya, lihat saja dinding curhat yang ada di Libera, sebab di sana segala rasa dan kegalauan juga curiga akan kehidupan tumpah ruah.

Jadi. Ayo kita mulakan. Bersiaplah bersua, sediakan kau punya cinta, dan rasakan dahsyatnya pandangan pertama. Aku kata demikian sebab aku pun mengalaminya. Ya di Libera. Aku jatuh cinta kepada setiap mereka yang bersua, tentang apa saja, utamanya tentang kaki jenjang yang sudah lama tak lagi berusa. Ku yakini saja, kaki jenjang itu ken kembali bersua dan berlipat ganda sebab rasaku belum binasa.

Salam.

mudjirapontur

#obrolin #OMCagustus #yukmenulis

Instagram Feed Instagram Feed Instagram Feed Instagram Feed Instagram Feed Instagram Feed

Sapa Maya

More Stories
Adakah komentarku di blog kamu yang masuk spam?