Hai Senja

Hai Senja,
Senja yang sama ketika aku menculikmu pergi dan membuatmu lelah, senja yang sama membuat kamu risih sebab terik. Juga senja yang sama membuat aku dan kamu lupa waktu, lalu telat pulang dan cemaskan Ibu juga Kaka mu.

Aku melihat senja itu lagi sekarang, dengan suara Toa sebelum adzan yang samar. Warnanya berbeda, begitu langit melukisnya. Soal suasana, tentu saja sangat jauh berbeda, tidak ada kamu juga suaramu, tapi sebuah bayang menguning menari, seperti mengambar ketika kamu berbicara, berjalan dan menyua denganku. Masih ada tersisa dalam ingatan dari deretan kursi kayu itu.

Hai senja.
Sudah siap sedia kamu sekarang, tidak lagi takut akan karang, sudah kuat kau seperti ombak yang menerjang.

Hai senja,
Teruslah menjadi senja, menjadi indah, menjadi bagian yang melukis warna sebelum gelap.

Hai senja,
Walau tak penuh sepotong senja yang aku berikan. Semoga menjadi bagian yang bisa membuat kamu dan aku tetap merasa indah dalam tepian.

Selamat meraya ruang,
Menikmati setiap bola lampu,
Menikmati warna mega senja di balik gedung Ibu kota.
Terjang dan kejar, sebab dengan begitu kita belajar.


 

Sukses selalu untuk mu teman!
Selamat berakhir Pekan.

-mudjirapontur

Latest posts by ryanarirap (see all)
Instagram Feed Instagram Feed Instagram Feed Instagram Feed Instagram Feed Instagram Feed

Sapa Maya

More Stories
membicarakan hal hal besar
Membicarakan Hal Hal Besar