Puisi Kepada Kata Tiga Kota – Audioblog

Puisi Kepada Kata Tiga Kota, kali pertama aku baca untuk komunitas Kata Bicara. Mohon maaf kualitas Video kurang sedap, berbekal kamera HP tanpa tongsis 😀

https://youtu.be/ANDroSwS5Sg

Kepada Kata Tiga Kota

Kata memberhentikanku pada tiga kota
Pertama pada kota di mana kata
Tak ku tahu maknanya
Membungkam, lalu jatuh cinta
Sederhana, cinta mabuk dan cinta
Makna bluming entah ke mana
Jangan tanya mengapa
Sebab mengapa bukan kata tanya
Kota pertama
Begitu putih abu-abu di masanya

Tanya yang tak terucap
Mengajakku pergi ke kota kedua
Cinta tertinggal di lalaya
Tanya kian sesak, kata terus berbiak
Umpama Dewi Sulastri, tanya dan kata
Indah menari dalam bait puisi
Puisi yang ku coba selami
Dalam, diam, sepi
Menjelma mimpi, setumpuk buku
Argumentasi basi, idiologi, caci maki

Di kota ini kuputuskan berhenti
Setumpuk kata kupaksa tunduk
Berbaris rapi, masuk bilik
Demokrasi, mati

Walau tak kupercaya
Reinkarnasi benar adanya
Mati menemukan nyawanya
Pelan, terjangkit, merakit, senyawa, kata
Pada kalimat yang dirindunya

Bait-bait kembali bangkit
Cinta di lalaya, idiologi di bilik mati
Menggebu kembali
Menyusun kata demi kata
Meraya ruang kecil dalam jiwa
Lalu mengajari aku bicara

Itulah kota ketiga
Entah ia paragraf ke berapa
Entah ia bermuara di telaga mana
Kepada kata, kepada manusia yang bicara
Kata menemukan maknanya
Begitulah kata bicara

Apakah kata kan mati muda
Menambah nisan sejarah kota yang melahirkannya
Tanpa bicara takkan ku tahu jawabnya

-Mudjirapontur

Instagram Feed Instagram Feed Instagram Feed Instagram Feed Instagram Feed Instagram Feed

Sapa Maya

More Stories
Memuisikan Puisi Bapak - Ali Wafa
Bapak – Kumpulan Puisi Ali Wafa